![]() |
BEKASI KONTAK BANTEN – Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar program sterilisasi gratis bagi hewan kesayangan sepanjang Agustus 2026. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan sterilisasi ini bertujuan menjaga kesehatan hewan sekaligus membantu mengendalikan populasi kucing di wilayah Kabupaten Bekasi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, drh. Dwian Wahyudiharto, mengatakan sterilisasi merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan hewan peliharaan yang lebih sehat.
“Kegiatan ini merupakan satu langkah menuju hewan yang lebih sehat,” ujar Dwian saat ditemui di Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) Kedungwaringin, Kamis (27/8/2026).
Digelar di Tiga Poskeswan
Program sterilisasi gratis tersebut dilaksanakan di tiga Poskeswan Kabupaten Bekasi, yakni:
- Poskeswan Setu, 13 Agustus 2026.
- Poskeswan Cibarusah, 20 Agustus 2026.
- Poskeswan Kedungwaringin, 27 Agustus 2026.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Pada setiap lokasi, sebanyak 50 pemilik kucing mendaftarkan hewan peliharaannya untuk mengikuti program sterilisasi gratis. Namun, tidak semua kucing dapat langsung menjalani tindakan medis karena harus memenuhi persyaratan kesehatan yang telah ditentukan.
Salah satu kondisi yang membuat kucing tidak dapat disterilisasi adalah sedang dalam keadaan hamil.
Dwian menjelaskan, kucing yang diketahui sedang hamil harus dikembalikan terlebih dahulu kepada pemiliknya. Sterilisasi baru dapat dilakukan setelah kucing tersebut melahirkan.
“Kalau sedang hamil tidak bisa, terpaksa harus dikembalikan dulu kepada pemiliknya sampai melahirkan,” katanya.
Prioritaskan Kucing Lokal
Program sterilisasi gratis ini diprioritaskan bagi masyarakat yang memelihara kucing lokal.
Kucing ras tetap dapat mengikuti program apabila merupakan hasil persilangan dengan kucing lokal. Sementara kucing ras murni tidak menjadi sasaran utama karena program tersebut lebih diarahkan kepada masyarakat yang memelihara kucing lokal.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengendalikan pertumbuhan populasi kucing yang berpotensi tidak terkendali.
Tekan Populasi Kucing Terlantar
Dwian mengatakan program sterilisasi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga menjadi salah satu upaya mengurangi jumlah kucing terlantar di Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, populasi kucing yang terus bertambah tanpa pengendalian dapat menyebabkan sebagian hewan akhirnya ditelantarkan oleh pemiliknya. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi meningkatnya biaya untuk memenuhi kebutuhan pakan dan perawatan.
“Kalau kucing banyak kan banyak yang dibuang karena memang pakannya juga mahal, akhirnya banyak itu di pinggir jalan. Yang memberi makan juga ya kadang kalau lewat saja,” ujarnya.
Program sterilisasi gratis tersebut diketahui rutin digelar setiap Agustus bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi.
Pemkab Bekasi berharap kegiatan tersebut dapat membantu mengendalikan populasi kucing, mengurangi jumlah hewan terlantar, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan.(TIM)

.gif)