
TEGAL KONTAK BANTEN – Pemerintah Kota Tegal memanfaatkan ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menarik investasi baru. Dalam forum tersebut, Kota Tegal berhasil memperoleh minat investasi senilai Rp175 miliar dari perusahaan asal Hong Kong.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono hadir langsung dalam forum yang digelar di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Kehadiran tersebut menjadi bentuk komitmen Pemkot Tegal dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
CJIBF 2026 mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membangun jejaring dan menjajaki peluang kerja sama investasi.
Tahun ini, CJIBF mengusung tema “Policy, Partnership, and Competitiveness: Advancing Sustainable Investment in Central Java”. Sejumlah agenda digelar, mulai dari diskusi kebijakan, penyerahan apresiasi Investment Commitment 2026, hingga penandatanganan dokumen kerja sama.
Tawarkan 11 Lokasi Strategis
Kota Tegal tidak hanya memperkenalkan potensi daerah, tetapi juga menawarkan sejumlah peluang investasi konkret kepada dunia usaha.
Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tegal, Sartono Eko Saputro, mengatakan Pemkot Tegal turut mengikuti Investment Challenge dengan mengusulkan pembangunan Pusat Perbengkelan Otomotif Modern di kawasan eks Pasar Beras Martoloyo.
Selain itu, Pemkot Tegal menawarkan 11 lokasi strategis yang merupakan aset potensial milik pemerintah daerah untuk dikembangkan melalui kerja sama investasi.
“Kami ikutsertakan aset-aset prospektif milik Pemerintah Kota Tegal. Ada 11 lokasi strategis yang ditawarkan untuk kerja sama investasi. Harapannya, potensi tersebut dapat menarik minat investor untuk mengembangkan usaha di Kota Tegal,” ujar Sartono.
PT Hailex Technology Minat Investasi Rp175 Miliar
Capaian penting Kota Tegal dalam CJIBF 2026 ditandai dengan penandatanganan Letter of Interest (LoI) dari PT Hailex Technology, perusahaan asal Hong Kong.
Perusahaan tersebut menyatakan minat untuk berinvestasi di Kota Tegal melalui pembangunan pabrik sepatu dengan nilai investasi mencapai Rp175 miliar.
Investasi tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 700 tenaga kerja.
“LoI dari PT Hailex Technology menjadi sinyal positif bagi Kota Tegal. Investasi ini tak hanya menambah aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelas Sartono.
Perbaiki Iklim Investasi
Pemkot Tegal juga terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan kepastian kepada dunia usaha.
Upaya tersebut dilakukan melalui penataan regulasi dan tata ruang agar pengembangan investasi dapat berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah.
Revisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam pengembangan investasi.
Kehadiran Wali Kota Tegal dalam CJIBF 2026 juga dinilai memperkuat hubungan pemerintah daerah dengan calon investor.
Dengan posisi sebagai kota pesisir sekaligus pusat perdagangan dan jasa, Kota Tegal dinilai memiliki beragam potensi investasi yang masih dapat dikembangkan.
“Bapak Wali Kota berharap iklim investasi yang kondusif, didukung kemudahan perizinan, mampu menarik semakin banyak investasi masuk ke Kota Tegal,” pungkas Sartono.(TIM)
.gif)