< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

KPK Sita Rumah Mewah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna di Jakarta Selatan

Rabu, 02 September 2026 | Rabu, September 02, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-01T23:51:43Z

 

Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel yang disita KPK (Foto: Humas KPK)

 

JAKARTA KONTAK BANTEN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit rumah mewah milik anggota DPRD Kota Bengkulu, VLA atau Vinna, di wilayah Jakarta Selatan.

Penyitaan dilakukan penyidik KPK pada Senin, 31 Agustus 2026, sebagai bagian dari pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong dan sejumlah wilayah lain di Provinsi Bengkulu.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, rumah tersebut disita karena diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang dikembangkan penyidik.

“Kali ini, aset yang disita berupa satu unit rumah mewah milik saudari VLA, selaku Anggota DPRD Kota Bengkulu. Rumah tersebut berlokasi di wilayah Jakarta Selatan,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurut Budi, penyitaan aset tidak hanya bertujuan mengamankan barang yang diduga berkaitan dengan perkara. Penyidik juga akan menelusuri asal-usul dan proses perolehan aset tersebut.

“Penyitaan dilakukan karena aset dimaksud diduga memiliki keterkaitan dengan perkara,” ujarnya.

KPK Sebelumnya Sita Mobil Milik Vinna

Rumah mewah tersebut menambah daftar aset milik Vinna yang telah diamankan KPK dalam pengembangan perkara.

Sebelumnya, pada 10 Agustus 2026, penyidik KPK menyita satu unit kendaraan roda empat milik Vinna di wilayah Jakarta Selatan.

Kendaraan tersebut diduga merupakan pemberian dari pihak swasta, yakni Eno Budi Susilo (EBS).

KPK kemudian mendalami hubungan pemberian kendaraan tersebut dengan pengerjaan sejumlah proyek di Kota Bengkulu.

Eno Budi Susilo sebelumnya juga didalami penyidik terkait dugaan pemberian sejumlah aset kepada pejabat di Kota Bengkulu. Aset yang diduga diberikan antara lain mobil mewah, apartemen mewah, hingga rumah mewah.

KPK Telusuri Asal-usul dan Pemberi Aset

Budi menegaskan, penyitaan aset menjadi bagian penting dalam proses pengembangan perkara. Penyidik tidak berhenti pada pengamanan aset, tetapi akan menelusuri seluruh rangkaian transaksi dan pihak yang berkaitan.

Penyidik akan mendalami asal-usul aset, proses perolehannya, pihak yang memberikan maupun menerima aset, serta hubungan aset tersebut dengan perkara korupsi yang sedang disidik.

“Setiap aset yang ditemukan dan kemudian dilakukan penyitaan tentu tidak berhenti pada penguasaan barangnya semata. Penyidik akan menelusuri asal-usul, proses perolehan, pihak yang memberikan maupun menerima, serta keterkaitannya dengan konstruksi perkara,” kata Budi.

KPK juga akan mendalami nexus atau hubungan antara dugaan pemberian aset dari pihak swasta kepada Vinna dengan rangkaian peristiwa pidana yang sedang disidik.

KPK Kembangkan Kasus Suap Proyek di Bengkulu

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong.

Dalam proses pengembangan perkara, KPK menemukan dugaan adanya pihak swasta lain yang memberikan sesuatu kepada penyelenggara negara di luar konstruksi perkara pokok.

Temuan tersebut kemudian mendorong KPK melakukan serangkaian penggeledahan di sejumlah lokasi di wilayah Bengkulu.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah dokumen, barang bukti elektronik (BBE), serta uang tunai dengan nilai lebih dari Rp4 miliar.

Uang tersebut ditemukan di rumah Kepala Dinas PUPR Pemerintah Kota Bengkulu.

KPK Dalami Proyek IPAL di Kota Bengkulu

Selain perkara di Kabupaten Rejang Lebong, KPK juga mendalami dugaan praktik serupa dalam sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian penyidik adalah proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Pengembangan perkara tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih jauh aliran pemberian aset, pihak-pihak yang terlibat, serta kaitannya dengan pelaksanaan proyek pemerintah.

Dengan penyitaan rumah mewah dan sejumlah aset lainnya, KPK kini terus menelusuri kemungkinan hubungan antara pemberian aset kepada penyelenggara negara dengan proyek-proyek di wilayah Bengkulu.

Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh konstruksi perkara dan pihak-pihak yang diduga terlibat.(TIM)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update