Minggu, 13 Maret 2022

Presiden Konsisten Larang Ekspor Bahan Mentah Tambang

 


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa gugatan yang tengah dihadapi Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait larangan ekspor nikel mentah tidak akan menyurutkan niat pemerintah untuk menghentikan ekspor tambang bahan mentah.

Konsistensi Presiden itu karena pemerintah sudah melihat langsung manfaat kebijakan tersebut dengan melonjaknya nilai ekspor nikel.

Presiden dalam pengarahannya pada Dies Natalis Ke-46 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat (11/3), seperti dipantau dari kanal YouTube UNS, menyatakan kebijakan penghentian ekspor tambang bahan mentah adalah salah satu wujud dari keberanian mentransformasi ekonomi yang akan memberikan manfaat dan peluang jangka panjang demi stabilitas.

"Tapi begitu kita bilang stop nikel, stop ekspor bahan mentah nikel, ya kita digugat sama Uni Eropa, belum rampung sampai sekarang. Enggak apa-apa. Ini belum rampung, saya sudah perintahkan bauksit tahun ini stop. Nanti tahun depan stop lagi tembaga atau timahnya, biar digugat lagi. Enggak apa-apa digugatin terus, belum tentu kita kalah, tapi belum tentu juga kita menang,"

Indonesia, papar Jokowi, sebelumnya hanya meraih pendapatan perdagangan sekitar 15-20 triliun rupiah saat masih mengekspor nikel mentah. Angka itu melonjak jauh menjadi 300 triliun rupiah pada 2021 setelah menerapkan kebijakan ekspor nikel dalam bentuk setengah jadi dan jadi.

"Keberanian itu harus kita lakukan. Kalau kita enggak pernah mencoba, kita enggak akan pernah tahu menang atau kalah. Kita benar atau enggak benar, tapi ini yang benar. Stop itu benar karena dari 15 triliun rupiah melompat jadi 300 triliun rupiah," kata Presiden.

Selain itu, negara juga mendapatkan banyak manfaat, termasuk kenaikan nilai investasi di dalam negeri termasuk arus modal dari luar negeri. Indonesia, tegas Presiden, tidak tertutup dan siap menjalankan kerja sama perdagangan dengan negara lain terkait bahan tambang mentah, asalkan ada arus balik berupa pembangunan industri di Tanah Air.

"Bisa kerja sama dengan BUMN kita, swasta kita, atau mereka sendirian juga tidak apa-apa asalkan di Indonesia ," kata Jokowi.

Selama ini, kata Jokwi, negara-negara importir yang untung karena mendapat bahan baku, lalu pajak mereka yang dapat, begitu pula pembukaan lapangan kerja. "Terus kita dapat apa? Ya kan. Kita ditakut-takuti terus. Tak gugat di WTO, tak gugat di WTO. Gugatlah," tutup Presiden.

Langkah Berani

Pakar Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmi Radhi, mendukung langkah berani Presiden Jokowi menghadapi gugatan WTO. "Keputusan Presiden Jokowi sudah sangat tepat dan strategis," tandas Fahmi.

Larangan ekspor nikel, jelas Fahmi, sangat penting bagi ekonomi Indonesia di masa mendatang. Manfaatnya, bukan sekadar memberi nilai tambah bagi nikel, tetapi juga kentungan ekonomi bagi daerah dan nasional.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Energi Watch, Mamit Setiawan, mengatakan tidak usah takut dengan gugatan Uni Eropa. "Sudah cukup kita menjual tanah kita (raw material) secara langsung. Saatnya melakukan hilirisasi untuk semua produk mineral," kata Mamit.

Dengan hilirisasi akan memberi multiplier effect pada investasi, lapangan kerja, dan penerimaan negara.

Sementara itu, Peneliti Alpha Research Data Base, Ferdi Hasiman, menegaskan pemerintah harus memperjuangkan kepentingan nasionalnya di forum perdagangan global. Larangan ekspor nikel ini perlu dipertahankan karena nilai tambahnya untuk negara sangat besar.

"Kita tidak boleh gentar lawan Uni Eropa (UE). Itu kan sumber daya alam (SDA) kita. Kita punya hak untuk mengaturnya untuk kepentingan nasional," tegas Ferdi.

Selain menghadapi gugatan di WTO, dia berharap pentingnya terus melakukan hilirisasi produk nikel menjadi produk jadi. "Hilirisasi nikel ini perlu diperluas, jangan hanya sebatas feronikel dan nikel pig iron, harus diperlebar lagi ke stainless steel hingga besi baja," katanya.

Dengan perluasan, maka pelaku usaha diharapkan semakin banyak yang berinvestasi di dalam negeri sehingga menyedot banyak tenaga kerja.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

IKLAN HUT BYANGKARA 2022 DPRD KOTA SERANG

IKLAN HUT BYANGKARA 2022 DPRD KOTA SERANG

Pemanasan Global 2022

Pemanasan Global 2022

SELAMAT HUT BYANGKARA KE 76

SELAMAT HUT BYANGKARA KE 76

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Menikmati Hidup itu Bersyukur

Menikmati Hidup itu Bersyukur

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

iklan Ucapan Kementrian Dalam Negeri

iklan Ucapan Kementrian Dalam Negeri

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

TV KONTAK BANTEN

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

TV KONTAK BANTEN

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HARI KESETIAKAWANAN NASIONAL

HARI KESETIAKAWANAN NASIONAL

iklan Ucapan isra Miraj 2022

iklan Ucapan isra Miraj 2022

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

IKLAN UCAPAN HARI PERS 2022

IKLAN UCAPAN HARI PERS 2022

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support