Minggu, 26 Juni 2022

Bermodalkan Islam, Politik dan Gaya di Media, Anies Baswedan adalah Kandidat Terkuat Presiden 2024

 



Mau tidak mau, Anies Baswedan adalah kandidat terkuat presiden 2024 mendatang. Anda boleh saja membikin meme gaya Anies Baswedan membaca buku sebagai bentuk ejekan. Anda boleh saja bilang tidak suka terhadapnya dengan memuntahkan ketidaksukaan kepadanya. Namun, anda tidak bisa mengelak dari data elektabilitas yang dikeluarkan oleh Indikator Politik, bahwasanya ia berada di urutan nomor 1  sebagai kandidat Pilpres 2024 dengan jumlah persentase sebesar 18,4 %, di atasnya ada Ganjar (14, 7%) di urutan pertama dan Prabowo di urutan kedua (16, 8 %).

Dalam pilkada Jakarta 2017 kemarin, Anies-Sandi berada di urutan buncit di bawah Ahok dan Agus. Namun, hasil akhirnya, ia justru memenangkan pertandingan pilkada, terlepas bagaimana ia mendapatkan suara terbanyak dari pilkada Jakarta tersebut. Tak pelak, Anies Baswedan menjadi kandidat terkuat capres 2024.

Anies Baswedan yang Pintar dan Berbahaya

Dibandingkan dengan Ganjar dan Prabowo, bagi saya,Anies  ini jauh lebih pintar sekaligus berbahaya. Sebagai lulusan ilmu politik Amerika Serikat, ia tahu benar bagaimana menguasai sentimen publik dan membangkitkan narasi ketidakadilan dalam masyarakat Islam.

Retorikanya mungkin bisa kita anggap kosong, tapi ia bisa memainkan dengan baik mengikuti segmen massa yang didatanginya; perihal yang tidak mudah dilakukan oleh Prabowo dan Ganjar. Bahkan, jika dilihat jejak sebelumnya, ia bisa melakukan transformasi secara total dari pendulum pendukung Jokowi menjadi barisan lawan politiknya hanya dalam hitungan bulan saja.

Dalam kampanye di depan FPI, misalnya, ia bahkan bisa mengkritik warisan pemikiran Cak Nur di Paramadina padahal lembaga ini yang turut membesarkan namanya. Kondisi ini, tentu saja tidak mungkin dilakukan oleh orang yang memiliki mental politisi medioker, memiliki prinsip kuat, dan idealisme.

Pose ia membaca buku ini bukanlah bentuk kepolosan, melainkan representasi gambar yang ditunjukkan untuk konteks saat ini. Bagi pendukung Jokowi itu merupakan meme untuk diejek. Sementara bagi pendukung Rizieq Shihab dan oposisi, ini merupakan bentuk keberpihakan dan kritik atas kebijakan pencopotan baliho bergambar Rizieq Shihab.

Hal yang seringkali tidak disadari adalah Anies berhasil membangun perhatian (attention) publik di media sosial. Dalam praktik media sosial, perhatian ini merupakan hal yang sangat krusial. Perhatian memang bisa direkayasa tetapi tidak mudah untuk menjadi viral. Selain adanya konteks, prokovasi, momentum memainkan peranan yang penting.

Dalam konteks mengambil perhatian publik ini, tidak sedikit politisi membayar buzzers agar menjadi bagian dari perhatian publik. Tentu saja, membayar buzzers ini, sebagaimana kita tahu, lagi-lagi bukanlah harga yang murah.

Di sini, Anies, dengan sangat baik, bisa memicu kontroversi hanya dengan satu pose, mengakibatkan lawan politiknya sekaligus pendukung mereka menjadi naik pitam. Dengan kata lain, ia bisa menempatkan dirinya sebagai newsmaker: pusat perhatian sekaligus informasi, terlepas itu bentuk hinaan ataupun kebanggaan dari cara orang-orang merespon dirinya.

Anies bisa menjadikan dirinya sebagai semesta perhatian. Kalau sentimen ini terus dimainkan, siapa bohir yang tidak mau mendanai?

Kerja Tulus vs Sentimen Agama

Sebagai bagian dari warganegara, publik tentu saja akan menagih kerja-kerjanya dalam membangun Jakarta, yang coba dibandingkan dengan Ahok. Namun, itu logika warganegara yang melihat pemimpinnnya.

Selama ini, proses kerja yang dilakukan oleh Anies, meskipun mendapatkan kritik yang keras, ia tetap menguasai bursa elektabilitas pilpres 2024 dan selalu masuk dalam tiga besar. Dengan kata lain, kehadiran Anies dan peristiwa Ahok menjadi cermin betapa kerja-kerja tulus dalam membangun Jakarta itu seringkali tidak berbanding lurus dengan elektabilitas seseorang selama sentimen agama terus dimainkan.

Apalagi kita tahu, politik bukan persoalan mencari orang baik, tapi memenangkan pertarungan. Partai politik, apapun ideologinya, selalu punya pertimbangan persoalan itu.

Sementara, oligarki, yang memiliki stok sumber uang yang tak terbatas punya kepentingan terhadap aset-asetnya. Mereka akan mendanai figur-figur yang memang dianggap mampu untuk berkompetisi. Tujuannya, ya apalagi kalau bukan mengamankan sekaligus memperluas aset-aset ekonomi mereka.

Nah, Anies Baswedan memiliki prasyarat untuk didanai itu; elektablitas kuat, didukung oleh kelompok Islam konservatif, dan memiliki kemampuan membaca psikologi massa.

*Catatan ini sebelumnya dimuat di sindikasi kami dimuat ulang atas persetujuan penulis dan redaksi

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

TV KONTAK BANTEN LIVE

DISHUB KOTA CILEGON

DISHUB KOTA CILEGON

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

PERKIM KOTA CILEGON HUT RI KE 77

PERKIM KOTA CILEGON HUT RI KE 77

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

TV KONTAK BANTEN STRIMING

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

TV KONTAK BANTEN

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

PANCASILA ADALAH NKRI

PANCASILA ADALAH NKRI

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support