Jumat, 29 Juli 2022

Kenaikan Suku Bunga Sulit Dihindari

 

Foto : ISTIMEWA

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati - Kalau sudah terjadi pelarian modal asing dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dalam dua setengah bulan lebih sudah mencapai 83,32 triliun rupiah. Dana asing yang keluar sebesar itu tercatat sejak Mei, Juni, hingga posisi 21 Juli 2022.


» Kalau suku bunga tetap dipertahankan, dana dari negara-negara berkembang semakin banyak yang keluar.

» Meski ekonomi AS berkontraksi dua kuartal berturutturut, namun mereka masih menyangkal dilanda resesi.

JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed sangat berdampak signifikan pada negara-negara berkembang. Mereka akan semakin kesulitan mencari sumber pembiayaan di pasar surat utang karena investor mulai menahan diri bahkan menghindari aset-aset yang berisiko.

Selain menahan diri, investor yang memegang portofolio termasuk di Surat Utang Negara (SUN) berkembang dan di pasar saham (equity) akhirnya mengambil langkah aksi jual. Investor untuk sementara melarikan modalnya ke pasar yang risikonya lebih rendah dan ke aset-aset save heaven.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengakui kalau sudah terjadi pelarian modal asing dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dalam dua setengah bulan lebih sudah mencapai 83,32 triliun rupiah. Dana asing yang keluar sebesar itu tercatat sejak Mei, Juni, hingga posisi 21 Juli 2022.

Mencermati kondisi tersebut, Pengamat Ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, nengatakan keputusannya sekarang berada di Bank Indonesia (BI).

"Tergantung BI, apa masih tetap tahan suku bunga atau naik 50 basis point (bps) dalam rapat dewan gubernur (RDG) berikutnya. "Kalau BI naikkan suku bunga rupiah bisa relatif lebih stabil, jadi bergantung arah kebijakan moneternya," kata Bhima.

Kalau Fed naik agresif, dikhawatirkan dana dari negara berkembang semakin banyak ditarik pulang ke negara maju atau masuk ke dollar AS.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan bahwa potensi capital outflow dari kenaikan Fed Rate sangat tergantung pada kondisi makroekonomi, cadangan devisa, dan strategi pengetatan moneter Indonesia.

"Hari ini kita lihat rupiah paling kuat di kawasan. Ini tak lepas dari intervensi BI. Nah, sejauh mana kekuatan cadangan devisa ke depan, BI pasti akan menaikkan suku bunga," kata Faisal.

Dengan berbagai indikator maka tuntutan untuk menaikkan suku bunga semakin sulit dihindari. "Harapannya naiknya pelan-pelan sehingga tidak mengganggu sektor riil dan pemulihan ekonomi. Naik tapi jangan se-hawkish AS sampai sekaligus 75 basis point," papar Faisal.

Kontraksi Lagi

Sementara itu dilaporkan bahwa ekonomi AS mengalami kontraksi lagi pada kuartal kedua di tengah pengetatan kebijakan moneter yang agresif dari Federal Reserve untuk memerangi inflasi yang tinggi. Produk domestik bruto (PDB) AS yang turun dua kuartal berturut-turut ini secara teknis menunjukkan resesi.

PDB AS turun 0,9 persen secara tahunan di kuartal kedua. Angka rilis awal Departemen Perdagangan AS, pada Kamis (28/7), itu jauh lebih rendah ketimbang hasil survei Reuters yang memperkirakan ekonomi AS naik 0,5 persen.

Penurunan dua kuartal berturut-turut dalam PDB memenuhi definisi standar resesi. Namun Biro Riset Ekonomi Nasional, wasit resmi resesi di AS, mendefinisikan resesi sebagai penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh perekonomian, berlangsung lebih dari beberapa bulan, biasanya terlihat dalam produksi, lapangan kerja, pendapatan riil, dan indikator lainnya.

Sementara itu, pertumbuhan pekerjaan rata-rata 456.700 per bulan di paruh pertama tahun ini, yang menghasilkan kenaikan upah yang kuat. Namun, risiko penurunan telah meningkat. Pembangunan rumah dan penjualan rumah melemah. Sementara sentimen bisnis dan konsumen telah melunak dalam beberapa bulan terakhir.

Pemerintah AS mengelak komentar adanya resesi karena berusaha menenangkan pemilih menjelang pemilihan paruh waktu 8 November yang akan memutuskan apakah Partai Demokrat yang dipimpin Presiden Joe Biden mempertahankan kendali Kongres AS.

Menteri Keuangan, Janet Yellen, dijadwalkan mengadakan konferensi pers pada hari Kamis untuk membahas keadaan ekonomi AS. Sementara pasar tenaga kerja tetap ketat, ada tanda-tanda kehilangan tenaga.

Laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara turun 5.000 menjadi 256.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 23 Juli.

Federal Reserve, pada Rabu (27/7), bahwa tidak akan gentar melawan penembusan inflasi paling intens sejak 1980-an di AS, bahkan jika itu berarti "periode berkelanjutan" dari kelemahan ekonomi dan perlambatan pasar kerja.

Gubernur The Fed, Jerome Powell, mendapat pertanyaan tentang apakah ekonomi AS berada dalam atau di puncak resesi, sebuah gagasan yang dia tolak karena perusahaan-perusahaan AS terus merekrut lebih dari 350.000 pekerja tambahan setiap bulan. "Saya tidak berpikir AS saat ini dalam resesi," kata Powell.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HUT ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HUT ADIYAKSA KE 62

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 2022

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 2022

iklan Ucapan Kanwil DEPAG Provinsi Banten

iklan Ucapan Kanwil DEPAG Provinsi Banten

IKLAN HUT BYANGKARA 2022 DPRD KOTA SERANG

IKLAN HUT BYANGKARA 2022 DPRD KOTA SERANG

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SELAMAT HUT ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HUT ADIYAKSA KE 62

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Menikmati Hidup itu Bersyukur

Menikmati Hidup itu Bersyukur

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

iklan Ucapan Kementrian Dalam Negeri

iklan Ucapan Kementrian Dalam Negeri

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

TV KONTAK BANTEN

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

TV KONTAK BANTEN

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HARI KESETIAKAWANAN NASIONAL

HARI KESETIAKAWANAN NASIONAL

iklan Ucapan isra Miraj 2022

iklan Ucapan isra Miraj 2022

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

IKLAN UCAPAN HARI PERS 2022

IKLAN UCAPAN HARI PERS 2022

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support