Kamis, 27 Oktober 2022

Agama Politik dan Kekuasaan

 



Opini ditulis oleh Devira Sitta
Mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2020

Agama dan politik adalah dua entitas yang berkait-kelindan. Keterkaitan itu bukan hanya disebabkan bahwa keduanya merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari manusia, melainkan juga karena sifatnya yang saling melengkapi: politik bersifat komunal, sementara agama bersifat individual. Akan tetapi, hubungan antara keduanya tidak selamanya harmonis. Terkadang banyak faktor yang mempengaruhi keduanya, yang padanya akhirnya menimbulkan kekerasan (al-'unf). Kekerasan bisa datangnya dari agama di satu sisi, juga bisa dari sisi politik di sisi yang lain. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa dari dua-duanya sekaligus.

Dialektika hubungan antara agama, politik, dan kekerasan inilah yang dipotret oleh Yusuf Zaidan dalam bukunya Al-Lahut al-'Arabiy wa Ushul al-'Unf al-Diniy (Teologi Arab dan Akar Kekerasan Keagamaan) pada bab Jadaliyah al-'Alaqah baina al-Din wa al-'Unf wa al-Siyasah (Hubungan Dialektik antara Agama, Kekerasan, dan Politik). Menurut Zaidan, hubungan ketiga hal di atas perlu mendapat perhatian serius. Hal ini terkait bahwa salah satu masalah yang paling banyak dan terus menerus bersentuhan dengan kehidupan manusia dari dulu sampai sekarang adalah persentuhan tiga aspek ini: agama, politik dan kekerasan.

Hasil potretan Zaidan ini menarik, karena dia berhasil menujukkan genealogi, hubungan dialektik --bahkan historisitas --antara agama, politik dan kekerasan. Potretan Zaidan ini bisa menjawab mengapa banyak terjadi kekerasan agama, kekerasan yang mengatasnamakan agama, politisasi agama, agamaisasi politik.

Bulan Madu Agama dan Politik Pada awalnya agama dan politik adalah dua poros utama bisa dibedakan tapi tidak bisa dipisahkan. Agama yang sifatnya individual yang berporos pada Tuhan sebagai hubungan teologis manusia dengan-Nya, di satu sisi. Politik sifatnya berporos pada penguasa profan, baik individual maupun kolektif, di sisi yang lain. Kedua sisi itu --agama dan politik --saling membutuhkan. Politik membutuhkan agama untuk menjustifikasi dirinya, begitu juga sebaliknya, agama membutuhkan uluran tangan politik untuk mengembangkan ajarannya. Ini adalah hubungan awal, bulan madu antara keduanya.

Layaknya bulan madu, setiap pasangan ingin memberikan kepuasan terhadap pasangannya. Politik, demi memuaskan dan menyenangkan agama sebagai pasangannya, memberikan apapun yang diminta oleh agama, baik itu fasilitas, sarana-prasarana, dukungan finansial, maupun berbentuk pengaruh (power). Sebaliknya, demi membalas kekasih tercintanya, agama pun memberikan sokongan dan legitimasi melalui  doktrin, ayat-ayat,  janji-janji eskatologis.

Baik agama maupun politik sama-sama diuntungkan. Terjadi simbiosis mutualisme. Politik mendapatkan kekuasaan, pengaruh, dan otoritas. Sementara agama mendapat pengikut setia, bahkan dalam kondisi tertentu bisa menjadi "agama resmi" berkat uluran tangan dari pihak politik.

Kekerasan Politik Bulan madu itu tidak berumur panjang, karena baik agama maupun politik ternyata sama-sama mempunyai misi yang berbeda. Ditambah politik bukanlah ruang hampa, pun agama bukan gelas kosong. Agama mempunyai misi, cita-cita, tujuan. Misi agama ingin mengubah tatanan hidup manusia, termasuk tatanan politik. Cita-citanya ingin membawa manusia sesuai dengan titahnya. Bahasa kasarnya, agama ingin mengendalikan politik agar sesuai dengan ajaran yang dibawanya.  Konsekuensi logis dari aksi agama ini yang ingin mendobrak tatanan status quo dan praktik politik yang sudah mapan, politik-pun memberikan reaksi dalam bentuk kekerasan (al-'unf). Aksi dibalas reaksi.

Fase ini disebut sebagai fase kedua sebagai kelanjutan fase pertama. Bentuk kekerasan yang diberikan oleh politik adalah dengan cara mengusir, mengeluarkan, mengisolasi agama(wan). Kekerasan politik ini sebagai upaya pihak politik untuk mempertahankan eksistensi kekuasan dan pemerintahannya. Hal yang sama juga dilakukan oleh agama. Demi melindungi ajaran dan umatnya, agama(wan) pun melakukan khuruj (keluar) dari daerah teritorial politik. Politik melakukan al-'unf (kekerasan), agama melaksanakan khuruj (keluar).

Zaidan memberikan beberapa contoh dalam sejarah perjalanan umat manusia, di mana agama(wan) dikeluarkan dari gelanggang perpolitikan. Yahudi umpamanya, sebagai pengikut Musa as, yang notabene-nya pesuruh Tuhan, dikejar dan diburu oleh Fir'aun. Begitu juga dengan al-Masih diintai dan diintimidasi  oleh kalangan penguasa. Pun demikian dengan Islam, harus hijrah dan keluar menuju Madinah. Sejarah mencatat, para pengikut agama(wan) disiksa, dikejar-kejar, diboikot, diusir, mulai dari kasus Musa, Al-Masih, Muhammad sampai kepada Bilal ibn Rabbah, dan Ammar ibn Yasir.  Sejarah pengusiran dan penyiksaan adalah bagian yang tak terpisahkan dari sejarah para agama





Share:

0 komentar:

Posting Komentar

STRIMING TV

PORTO FOLIO WEBSITE Silakan Isi Data

SELAMAT HUT GURU 2022

SELAMAT HUT GURU 2022

SUKSESKAN PORPOV JABAR

SUKSESKAN PORPOV JABAR

Sekretariat DPRD Kota Cilegon

Sekretariat DPRD Kota Cilegon

SELAMAT HUT KABUPATEN LEBAK BANTEN

SELAMAT HUT KABUPATEN LEBAK BANTEN

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

SELAMAT HARI JADI KABUPATEN BIMA

SELAMAT HARI JADI KABUPATEN BIMA

SELAMAT HUT KOTA TANGERANG SELATAN

SELAMAT HUT KOTA TANGERANG SELATAN

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

Pancasila Sakti 2022

Pancasila Sakti  2022

PANCASILA ADALAH NKRI

PANCASILA ADALAH NKRI

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support