Minggu, 13 November 2022

Membangun Komunitas Politik (political community),

 


Tidak berlebihan, bila dikatakan bahwa bangsa kita telah menjadi komunitas politik (political community), yaitu masyarakat yang perhatian dan pikirannya didominasi oleh politik. Dibandingkan membicarakan ekonomi, masyarakat kita lebih tertarik pada pembicaraan politik. Politik telah menjadi rumpian sehari-hari mereka. Rumor-rumor politik menghiasi pembicaraan masyarakat di hampir setiap kesempatan. Politik menjadi buah bibir mereka dibanding masalah-masalah usaha.

Berbeda dengan masyarakat di negeri Cina. Mereka kurang tertarik berbicara politik. Mereka lebih tertarik berbicara ekonomi. Mereka menganggap politik sesuatu yang kurang penting. Perhatian dan keseriuasan mereka lebih tercurah pada mencari uang. Oleh karena itu, kreatifitas usaha masyarakat di Negeri Tirai Bambu tersebut sangat tinggi dan berakibat pada pertumbuhan ekonomi nasionalnya yang terus melejit.

Konon, masyarakat di Cina tidak tertarik membicarakan dua hal, yaitu politik dan Tuhan (mudah-mudahan yang terakhir ini salah). Ketidaktertarikan pada politik, karena menurut mereka pusat kekuasaan jauh dari tempat tinggalnya dan tidak mungkin dijamah oleh masyarakat biasa. Sedangkan ketidaktertarikan pada urusan Tuhan, karena menurut mereka tidak tahu di mana adanya Dia. Sementara itu, sesuatu yang dekat dengan mereka dan sudah jelas adanya adalah uang. Maka, mereka lebih berkonsentrasi mencari dan membicarakan uang daripada membicarakan politik dan Tuhan.

Kebalikan dari masyarakat Cina adalah masyarakat Indonesia. Di hampir setiap kesempatan dan tempat, masyarakat Indonesia tidak lepas dari membincangkan urusan politik. Di kafe, di warung kopi, di terminal, di pos ronda, bahkan di dalam masjid sekalipun, pembicaraan politik mewarnai obrolan-obrolan mereka.

Lain halnya dengan urusan ekonomi. Tampaknya, masyarakat kita kurang tertarik untuk membicarakannya. Istilah-istilah ekonomi tidak menjadi perhatian masyarakat, termasuk perkembangannya. Pembendaharaan istilah ekonomi kurang familier di lidah masyarakat kita dibanding istilah politik. Mereka lebih mengenal istilah “pemilukada” dibanding istilah “pertumbuhan ekonomi”. Institusi yang membidangi ekonomi tidak lebih dikenal oleh mereka dibanding pada institusi politik. Dibanding mengenal KPPU, masyarakat kita lebih mengenal KPU.

Akses masyarakat terhadap berita politik lebih tinggi dibanding pada berita ekonomi. Kekalutan ekonomi dunia tidak menjadi perhatian mereka, dibanding memerhatikan berita perhelatan politik. Issue-issue ekonomi yang diangkat oleh media massa, baik elektronik maupun cetak, tidak dianggap signifikan oleh masyarakat, sehingga mereka kurang tertarik menyimak dan mengikutinya. Dalam kegiatan-kegiatan ilmiah, para nara sumber ekonomi lebih minim dihadirkan dibanding para narasumber politik. Rubrik-rubrik ekonomi di media cetak hanya diakses oleh kalangan terbatas, berbeda jauh dengan rubrik-rubrik politik.

Belakangan, istilah “pertumbuhan” dikenal sedikit meluas di masyarakat. Itu pun, kata Ija Suntana, seorang ahli politik ekonomi Islam, karena jasa politik. Para politikus menjadikan istilah pertumbuhan sebagai pendongkrak citra dan popularitas. Mereka mengkhotbahkan istilah “pertumbuhan” sebagai bahasa politik untuk mendendangkan keberhasilan kebijakannya.

Kegandrungan masyarakat pada politik tidak terlalu menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi negeri ini. Lain halnya apabila masyarakat lebih gandrung pada pembicaraan usaha. Tampaknya, pertumbuhan ekonomi negeri ini akan terbantu oleh semangat masyarakat. Mereka akan lebih kreatif menciptakan peluang pekerjaan dan cara-cara menghasilkan uang.
Negara kita merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki menteri yang mengurus ekonomi kreatif, yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kementerian ini  memiliki peran strategis dalam mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di masyarakat. Regulasi yang tepat dan akurat harus segera dibuat oleh kementerian tersebut, agar kreatifitas ekonomi masyarakat semakin tumbuh dan kuat.

Semangat wirausaha seharusnya dipompakan terus oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kementerian ini harus berupaya mendorong masyarakat agar lebih tertarik pada “dunia uang” dibanding pada “dunia kekuasaan”. Mendorong masyarakat agar lebih tertarik pada wirausaha sangat penting dilakukan, mengingat salah satu faktor pendongkrak pertumbuhan ekonomi adalah aksi masyarakat yang kreatif dalam menciptakan lapangan kerja.

Ada tiga hal penting yang perlu dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mendorong semangat ekonomi kreatif. Pertama, mendorong motivasi masyarakat untuk mau bekerja keras, ulet, dan displin. Kedua, pemerintah harus memberikan pelatihan kecakapan yang berbobot dan efektif terkait dengan cara menciptakan lapangan kerja. Ketiga, menyediakan bantuan modal yang memadai dan terkawal.

Selain tiga hal tersebut, hal penting lainnya yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam mendorong ekonomi kreatif adalah membebaskan para pelakunya dari beban retribusi yang memberatkan.
 
Saputri Rahma 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

STRIMING TV

PORTO FOLIO WEBSITE Silakan Isi Data

SELAMAT HUT GURU 2022

SELAMAT HUT GURU 2022

SUKSESKAN PORPOV JABAR

SUKSESKAN PORPOV JABAR

Sekretariat DPRD Kota Cilegon

Sekretariat DPRD Kota Cilegon

SELAMAT HUT KABUPATEN LEBAK BANTEN

SELAMAT HUT KABUPATEN LEBAK BANTEN

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

SELAMAT HARI JADI KABUPATEN BIMA

SELAMAT HARI JADI KABUPATEN BIMA

SELAMAT HUT KOTA TANGERANG SELATAN

SELAMAT HUT KOTA TANGERANG SELATAN

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

Pancasila Sakti 2022

Pancasila Sakti  2022

PANCASILA ADALAH NKRI

PANCASILA ADALAH NKRI

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support