Thursday, 5 January 2023

Pembisik Pemimpin dalam Pandangan Islam, Bagaimana?

 


RIBUAN tahun lalu Alquran telah mewanti-wanti. "Hai orang-orang yang beriman," demikian Alquran menegaskan," apabila datang seorang fasik dengan membawa informasi maka periksalah dengan teliti, agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena suatu kebodohan, sehingga kalian menyesali perbuatan yang kalian lakukan."(al-Hujurat:6)
 
Menurut Ibnu Abbas ra, ayat ke-6 Al Hujurat itu turun dengan asbabun nuzul, sebab turunnya ayat, peristiwa Al Walid bin Uqbah. Al Walid bin Uqbah bin Abi Muid diutus Rasulullah SAW mendatangi kabilah Bani Mustalib untuk memungut zakat dari mereka. Takkala sampai berita kepada Bani Mustalibbahwa akan datang seorang utusan Rasulullah untuk memungut zakat dari mereka, mereka yang baru memeluk Islam itu merasa sangat gembira.
 
Kegembiraan itu meraup dan mewujud dengan beramai-ramai keluar kampung menjemput kedatangan Al Walid sang utusan. Entah karena melihat banyaknya orang datang menghampirinya, atau dapat bisikan seseorang, Al Walid menyangka orang-orang Bani Mustalib itu telah murtad, menolak membayar zakat dan bahkan berdemonstrasi atau mungkin pula bermaksud mencelakainya.
 
Tanpa ba bi bu lagi, Al Walid langsung ngacir kembali ke Madinah dan melaporkan apa yang ada di benak kepada Rasulullah. Sempat Rasulullah SAW marah mendengar berita buruk itu, bahkan menyiapkan pasukan untuk menghadapi Kabilah Bani Mustalibyang dianggap membangkang itu. Untunglah, turun ayat tersebut.
 
Kehati-hatian dan waspada akan berita menjadi hal yang teramat penting. Apalagi bagi seorang pemimpin. Pemimpin di era politik gaduh seperti saat ini, tampaknya bukan hanya memerlukan kriteria sebatas ajaran Tao bahwa ia harus laiknya danau: tenang berkedalaman, anggun, dan menampung. Menampung, tetapi bila yang ditampung di dasar kedalaman hati dan benaknya adalah informasi sampah, sekadar info asal babe senang (ABS), atau bahkan kebohongan yang disengaja dengan tujuan menjerumuskan suatu pihak, tentu tak lebih dari menampung sumber penyakit.
 
Kalau pun seorang pemimpin perlu pembisik, kawan-kawan dekat yang ia percayai, seharusnya ia memilih berdasarkan kriteria ideologi. Ia harus percaya, langkah praksis seseorang sangat bergantung kepada ortodoksi atau katakanlah doktrin ideologi yang ia anut dan yakini. Itu sebabnya mengapa para sultan Turki di era Utsmani hanya mempekerjakan orang-orang non-Islam paling tinggi di barisan bersenjata pengawal Sultan, atau janissary. Tidak sebagai penasihat utama sultan.
 
Kalau pun seorang pemimpin perlu pembisik, ia harus yakin apa yang dibisikkan orang kepercayaan itu benar adanya. Jangan menutup data, membaik-baikkan segala yang degil sebenarnya. Bila tidak, si pemimpin bahkan tak tahu melambungnya harga-harga kebutuhan dasar warga seperti beras, gas rumah tangga, minyak goring, dan sebagainya. Karena sebagai pemimpin, ia tak bisa berkata bahwa dirinya tak dilapori, atau mengatakan,"Bukan urusan saya," yang sebenarnya menegaskan kondisi yang lebih parah.
 
Bila seorang pemimpin berani menjanjikan, seyogyanyasebagaimana dikatakan islamolog Phillip H Stoddard, ia harus selalu meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia sadar. Ia selalu terjaga dan tak melupakan misi terpenting manusia ketika mendapatkan amanah kepemimpinan, yakni sebagaimana kata cendikiawan Fazlur Rahman, membela, menyelamatkan, membebaskan, melindungi dan memuliakan kelompok dhuafa dan mustadafin. Memanusikan mereka yang selama ini lemah dan dilemahkan.
 
Seorang pemimpin, mungkin seharusnya adalah Harry Potter ketika ia selamat dari serangan musuhnya, Lord Voldemore, dan dinasihati gurunya, Dumbledore. "Someday, you will have to choose between what is right and what is easy."
 
Pilihan pemimpin hanyalah memetik mana yang benar, tetapi walaupun sulit, berhasil di jangka panjang atau gampang tetapi tidak akan pernah membuat yang dipimpinnya ke mana mana. Pujangga Jawa, Yasadipura-- kakek Ranggawarsita, mengatakan: "Waniya ing gampang, wediya ing pakewuh, sabarang nora tumeka. Sukailah kemudahan, takutilah kesulitan, maka tidak ada yang akan diperoleh."
 
Di akhir zaman ini, sebenarnya para pemimpin pun bukan tak punya sejarah untuk becermin. Becermin kepada waktu, mengaca kepada masa dan mendapatkan hikmah di dalamnya. Sayangnya, cermin para banyak pemimpin kita tak lebih dari cermin Sang Ratu pada cerita Putih Salju. Cermin yang sekadar sarana mematut diri untuk mengolah citra.Padahal tanpa sadar, selain menerungku diri, mereka pun membelenggu rakyat pada kejumudan dan kondisi rawan.
 
Pemimpin memang bisa turba, blusukan, berbaur bersama rakyat atau apa pun namanya untuk mendapatkan info. Tetapi seberapa banyak waktu ia punya? Akhirnya, informasi mau tak mau akan dimonopoli para pembisik. Kalau saja para pembisik itu baik, makmur dan sejahteralah warga. Bila tidak? [Ustaz Abu Fata Atqia Al-Khadaifataini]
 
 
 Siti Lusiana, Aktivis Perempuan yang mengepalai Departemen Riset dan Pengembangan Gerakan Perempuan KAMMI Universita Indonesia
Share:

0 comments:

Post a Comment

KONTAK MEDIA GROUP

KONTAK MEDIA GROUP

STRIMING TV

PORTO FOLIO WEBSITE Silakan Isi Data

SELAMAT HARI PERS 2023

SELAMAT HARI PERS 2023

SELAMAT HARI PERS 2023 PERS BEBAS

SELAMAT HARI PERS 2023 PERS BEBAS

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

BUKAN MAIN MAIN

BUKAN MAIN MAIN

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

KEMENTRIAN LUAR NEGERI

KEMENTRIAN LUAR NEGERI

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

RESOLUSI TAHUN 2023

RESOLUSI TAHUN 2023

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

Pancasila Sakti 2022

Pancasila Sakti  2022

PANCASILA ADALAH NKRI

PANCASILA ADALAH NKRI

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support