< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

INI Tuntutan Buruh Saat Demo Kantor Bupati Serang

Thursday, 27 November 2025 | Thursday, November 27, 2025 WIB | Last Updated 2025-11-27T10:53:44Z

 

KAB SERANG KONTAK BANTEN Ribuan buruh yang tergabung dalam ASPSB Kabupaten Serang menggelar aksi unjuk rasa di pendopo Bupati Serang, Kamis 27 November 2025.

Mereka menuntut kenaikan upah 12 persen untuk tahun 2026.Tuntutan itu mengacu pada hasil survei kebutuhan hidup layak yang dilakukan serikat buruh.Massa aksi tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB.

Mereka datang dengan enam mobil komando dan membawa spanduk tuntutan.Setibanya di gerbang pendopo, buruh langsung membentuk barisan.Mereka memblokade jalan di depan kantor bupati.

Massa kemudian menyampaikan orasi secara bergantian.Sekretaris ASPSB Kabupaten Serang, Arizal Peni, menilai pemerintah lalai menjalankan kewajiban.Ia menyebut pemerintah belum menyiapkan regulasi penetapan kenaikan upah.“Seharusnya 20 November sudah ada formula upah. Sampai hari ini belum ada,” kata Arizal.ASPSB lalu melakukan survei kebutuhan hidup layak secara mandiri.

Survei itu dilakukan langsung ke pasar-pasar.Hasilnya, buruh membutuhkan kenaikan upah 12 persen pada 2026.“Tanpa kenaikan itu, buruh belum bisa hidup layak,” tegasnya.Ketua ASPSB Kabupaten Serang, Asep Saefullah, menyebut buruh ingin hidup sejahtera.Ia menilai kondisi saat ini belum mencerminkan kehidupan yang layak.Ia menilai pemerintah masih menerapkan formula upah murah.“Formula itu tidak menjawab kebutuhan buruh,” ujarnya.Menurut Asep, perhitungan upah harus berdasarkan tiga aspek.Aspek itu meliputi pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan inflasi.

Ia menilai hasil survei KHL selama ini sering diabaikan.“Pemerintah selalu membangkang dari hasil survei,” pungkasnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update