PANDEGLANG KONTAK BANTEN — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pandeglang selama satu hari satu malam memicu banjir di sejumlah wilayah. Banjir perdana pada awal 2026 ini merendam tiga kecamatan, dengan salah satu lokasi terdampak berada di Desa Idaman, Kecamatan Patia.
Sekretaris BPBD-PK Pandeglang, Nana Mulyana, menyampaikan bahwa laporan kedaruratan sejak Jumat malam didominasi kejadian pohon tumbang akibat angin kencang. Salah satu titik terparah terjadi di Jalan Raya Labuan, Desa Sodong, Kecamatan Saketi, yang sempat memutus akses lalu lintas.
“Tim Reaksi Cepat langsung kami turunkan untuk melakukan penanganan. Jalur yang sebelumnya tertutup pohon tumbang kini sudah kembali dapat dilalui,” kata Nana, Sabtu, 3 Januari 2026.
Terkait banjir, Nana menjelaskan wilayah terdampak meliputi Desa Idaman di Kecamatan Patia, Desa Pasirdurung di Kecamatan Sindangresmi, serta Desa Sukaseneng di Kecamatan Cikeusik. Meski air sempat masuk ke permukiman warga, kondisi banjir saat ini belum berada pada level mengkhawatirkan. Namun, petugas tetap melakukan pengawasan intensif.
Selain itu, BPBD-PK Pandeglang mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih berlangsung hingga akhir Januari 2026. Berdasarkan peringatan dini BMKG, wilayah Pandeglang berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang serta gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Pandeglang dan Selat Sunda.
“Potensi bencana masih ada dan harus terus diwaspadai, terutama hujan dan angin yang intensitasnya masih cukup tinggi,” ujarnya.
Dalam penanganan di lapangan, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD-PK terus berkoordinasi dengan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) serta aparatur desa setempat. Petugas melakukan pendataan kepala keluarga terdampak dan pemantauan debit air secara berkala.
Sementara itu, Ketua Keluarga Siaga Bencana Provinsi Banten, Beni Madsira, menyampaikan bahwa kondisi banjir di sejumlah wilayah Pandeglang masih bersifat fluktuatif. Di beberapa lokasi, genangan air relatif stabil dengan ketinggian 30 hingga 50 sentimeter.
“Di Cilamis, Kecamatan Munjul, kondisinya relatif stabil. Banjir ada, tetapi belum signifikan. Di Patia, khususnya Desa Idaman, air juga mulai berangsur surut,” ujar Beni.
Meski demikian, ia mengingatkan potensi kenaikan debit air masih terbuka, terutama jika hujan deras kembali terjadi pada malam hari. Sejumlah sungai, seperti Sungai Ciliman dan luapan Sungai Cimoyan, terpantau mengalami peningkatan debit.
Terkait bantuan logistik, Beni menyebut hingga kini belum ada penyaluran bantuan kepada warga terdampak banjir. Saat ini, KSB masih fokus melakukan pendataan dan memantau durasi genangan air. Jika genangan berlangsung lebih dari 1×24 jam, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang untuk pengajuan bantuan.
“Kami berharap lumbung sosial segera diisi kembali agar bantuan bisa langsung disalurkan ketika kondisi darurat terjadi,” katanya.







0 comments:
Post a Comment