KOTA Cilegon KONTAK BANTEN Hampir 200 lebih Kepala Keluarga atau KK di Lingkungan Jombang Kali dan Kavling Blok C Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang mengungsi di atas rel kereta api.
Ratusan KK tersebut terpaksa membuat tenda darurat seadanya di atas atau bantaran rel kereta api untuk tempat pengungsian karena rumahnya terendam banjir hingga 1 meter lebih.Hingga sore tadi pukul 15.00 WIB pada Sabtu 3 Januari 2026. Ribuan warga masih terdampar di atas rela dengan membangun tenda seadanya.
Halim warga korban banjir menjelaskan, rumahnya mulai terendam banjir setinggi pinggul orang dewasa pada pukul 02.00 WIB dini hari.
“Rumah saya banjir dari dari semalam, pada pukul 02.00 WIB datang air,” katanya.
Halim menjelaskan, sekarang untuk sementara ini warga mengungsi di atas bantaran rel sejak pagi tadi sampai sekarang.
“Dari subuh sudah mengungsi, pada pukul 07.00 WIB kereta lewat kencang dan tenda terbang. Tapi sekarang kereta sudah pelan karena sudah dikabari stasiun agar kereta pelan,” jelasnya.
Halim mengaku, terpaksa membuat tenda darurat di atas rel karena untuk mengungsi ke balai warga atau masjid jaraknya jauh.Masjid dan balai warga itu jauh. Ada juga mushola tapi terendam juga,” ujarnya.
Warga lainnya Herman mengungkapkan, air sudah mulai masuk ke rumahnya pada pukul 07.00 WIB. Banjir tersebut itu merupakan kiriman dari hulu alias Mancak, Kabupaten Serang.
“Entah ada yang jebol atau bagaimana, air itu masuk tadi pagi pukul 07.00 WIB. Ini seperti kiriman dari mancak,” ucapnya.
Herman mengaku,belum ada bantuan berarti dari pemerintah. Pihaknya, baru menerima makanan saja, untuk pengobatan, selimut dan lainnya belum diberikan.







0 comments:
Post a Comment