PANDEGLANG KONTAK BANTEN Contoh buruk dunia pendidikan, kembali terjadi di Kabupaten Pandeglang. Kali ini, SDN 1 Gerendong, di Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, disegel pihak yang mengatasnamakan ahli waris, Senin (19/1/2026).
Alhasil, ratusan anak didik yang sudah semangat pergi pagi dari rumahnya dengan niat ingin menuntut ilmu, kandas seketika. Karena, mereka tidak dapat masuk kelas sebagaimana biasanya.
Setibanya di depan gerbang sekolah, mereka mendapati gerbang sekolah disegel dan terdapat tulisan “Tanah Ini Milik H.Isa bin Sumantri. Blok 12 Ps 88, Ls +_2400 M2, Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong. PERINGATAN, Barang Siapa Merusak/Memasuki/Memanfaatkan/Tanpa Izin Diancam Penjara Sesuai Pasal 167 Jo. 385 Jo. 389 Jo. 551 KUHP”
Akhirnya, mereka hanya berkumpul di depan luar gerbang sekolah, sambil menunggu kepastian apakah dapat masuk atau tidak ke sekolahnya.
Setelah beberapa menit berkumpul di depan gerbang sekolah, merekapun diajak gurunya ke rumah warga dan melantunkan solawat, sambil menenangkan siswa/siswi yang sudah siap menimba ilmu.
Kepala SDN 1 Gerendong, Karniti mengatakan, sebelum disegel pihak sekolah dengan pihak yang mengaku ahli waris sempat bermusyawarah. Bahkan, hasil musyawarah – pun sudah dilaporkan ke Pemerintah Daerah.
“Sebelumnya sudah ada kumpul-kumpul, mungkin juga dengan pemerintah daerah. Informasinya, ada bukti jual beli antara pemilik lama dengan pembeli. Kami belum punya bukti hibah atau bagaimana,” kata Karniti, kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Pihak sekolah, bersama aparatur desa dan Forkopimkec, ujarnya, sedang bermusyawarah agar sementara sekolah dapat digunakan dan beroperasi seperti biasanya. Jika memang tidak ada kesepakatan, kemungkinan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan dialihkan sementara ke lokasi lain.
“Intinya kami terus berupaya, Karena kalau diliburkan kasihan anak-anak. Untuk mengisi kekosongan, sementara mungkin bisa menggunakan gedung PGRI atau rumah warga. Kami khawatir, anak-anak kena mental,” tambahnya.
Di sisi lain, pihaknya berharap persoalan tersebut segera selesai dan ada solusi terbaik. Karena bagaimanapun tukasnya, anak-anak harus tetap sekolah dan belajar dengan tenang dan nyaman.







0 comments:
Post a Comment