< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Bagusan Baca Koran dari Main Gadget

Minggu, 12 Februari 2017 | Minggu, Februari 12, 2017 WIB | Last Updated 2017-02-12T02:51:03Z
SERPONG–Tak seperti biasanya, seluruh guru dan siswa SMP Islam Al Azhar BSD, Selasa (7/2) pagi terlihat membawa koran. Lantas, koran itu mereka dengan baca dengan sangat serius.Sebenarnya, setiap Jumat, sekolah ini mewajibkan siswanya membaca koran. Tetapi kemarin berbeda ceritanya. Memperingati hari Pers Nasional, mereka juga ikut merayakannya dengan cara membaca koran ini.Ratusan siswa yang sudah memegang koran dan berkumpul di lapangan sekolah sejak pukul 07.30 WIB, diberikan tugas. Masing-masing kelas seperti kelas 9 diwajibkan menulis tajuk rencana yang dibacanya, dan kelas 7 – 8 diwajibkan membaca berita terkini dan memaparkannya.Kepala SMP Islam Al Azhar Agus Salim Hakim, mengatakan budaya membaca dan menulis sudah dicanangkan sejak lama, bertujuan membentuk karakter dan juga momentum siswa untuk bisa memilih berita yang sumbernya terpecaya.“Budaya membaca dan menulis, sudah dicanangkan sejak lama, sebagai karakter yang dibangun. Hari ini momentum membaca koran sebagai bentuk upaya kita menstimulus bahwa berita yang dibaca perlu adanya konfirmasi sumber berita yang dipercaya,” ujarnya.Sudah empat tahun berjalan, SMP Islam Al Azhar menerapkan Jumat senyap, yakni para siswa diwajibkan membaca koran selama satu jam. Dengan begitu, ia percaya bahwa siswa dapat menilai mana berita hoak atau tidak. “Harapan kami, budaya membaca yang sudah menurun, dapat mendorong anak kembali untuk membaca lebih giat lagi,” papar Agus.Lanjut Agus, pada hari Pers Nasional ini, ia ingin membuat terobosan dengan membuat kolom untuk para siswa beropini, tentang berita yang sedang trending, bahaya narkoba maupun yang lainnya.“Harapan untuk hari pers, media-media bisa masuk kepada anak-anak. Karena bakat dan kemampuan menulis anak-anak juga sangat bagus. Saya pikir akan bagus, kalau ada ruang khusus untuk anak-anak. Mereka dapat menuliskan opininya dan diterbitkan di media cetak,” paparnya.Sementara Ketua BKOM (Badan Kordinasi Orang Tua Murid), Rubi Suchairy mengatakan dengan adanya budaya membaca koran ini, diharapkan dapat terus dilakukan dan tidak berhenti sampai di sini saja. “Kegiatan ini sangat bagus sekali.Anak saya setiap pagi, jadi suka membaca koran dan sudah meninggalkan gadget untuk membaca berita. Semoga, kegiatan membaca koran ini terus dilaksanakan dan dapat bermanfaat bagi siswa,” pungkas Rubi.(
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update