< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Dewan Kabupaten Serang Minta Dinkes Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Senin, 13 Februari 2017 | Senin, Februari 13, 2017 WIB | Last Updated 2017-02-13T04:27:10Z
 
Serang-Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat agar dapat menekan angka kematian ibu dan bayi (AKB/AKI) yang angkanya hingga kini masih sangat tinggi. Berdasarkan data, angka kematian Ibu hingga 2017 mencapai 62 Kasus‎ dan kematian bayi 248 kasus.Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, M Novi menyatakan bahwa belum lama ini pihaknya melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Makassar. Dalam Kunker tersebut, ia melihat AKB/AKI sedikit dan bisa dikatakan nihil, ini dikarenakan sistem koordinasi dan komunikasi disana sangat baik dan terpadu.“Hasil dari Kunker kita  akan terapkan di Kabupaten Serang, mengingat angka kematian bayi dan ibu di Kabupaten Serang cukup tinggi. ‎Karena di sana (Kota Makasar-red)  kita melihat per kasus ada komunikasi dan koordinasi yang teratur seperti ada komando secara hirarki dan penyelesaian secara sistematis,” kata M Novi, Minggu (12/2/2017).Selain itu, kata dia, penyelesaian untuk penanganan ibu yang akan melahirkan juga sangat terpadu, dimana petugas kesehatan cukup baik dalam melaksanakan tugas.  Seperti ada sebuah alat komunikasi di beberapa wilayah yang langsung menghubungkan ke pusat kontrol‎.“Jadi apabila ada yang mau melahirkan dan tenaga medis peralatannya terbatas,maka langsung melakukan komunikasi dan bantuan kendaraan operasional langsung dikirim. Itu artinya komunikasi disana cukup bagus,mulai dari piket tenaga medis dan yang melakukan operator berjalan cukup baik,” tuturnya.Namun semua itu, kata Novi, ada beberapa kendala apabila diterapkan di Kabupaten Serang yang memang jauh  luas wilayahnya dengan Kota Makassar. “Di Makassar luas wilayahnya kecil,dan ini memungkinkan secara tepat dan cepat penanganan medis,kalau Serang dengan luas wilayah saya kira akan lambat karena infrastruktur dari beberapa wilayah masih kurang,sehingga mobil operasional tidak jarang menjadi hambatan,” ujarnya.Oleh karena itu, menurut Novi permasalahan infrastruktur juga memang sangat mendesak, dan alat komunikasi untuk melakukan pelaporan juga dibutuhkan. “Dulu pernah mengajukan (Aalat komunikasi-red), tapi dicoret kata gak salah satu tenaga medis. Untuk itu kami akan mendorong agar alat komunikasi diusulkan kembali supaya koordinasi dalam melakukan penanganan kelahiran tepat,” ujarnya.Anggota Komisi II lainnya dari Fraksi PKB Abdul Ghofur mengakui jika jumlah kematian ibu sebanyak 62 kasus dan 248 kematian bayi di Kabupaten Serang masih tergolong tinggi. “Walau bagaimana pun hal itu bisa dicegah, dan ditingkatkan koordinasi lintas sektoral, sehingga di tahun 2017 ini bisa ditekan. Selain melakukan komunikasi, juga perlu dilakukan sosialisasi yang rutin sehingga angka yang tinggi tersebut dapat ditekan,” imbuhnya. (
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update