< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Mengapa Pasangan Anis-Sandi Bisa Menangi Pilkada DKI 2017?

Jumat, 17 Februari 2017 | Jumat, Februari 17, 2017 WIB | Last Updated 2017-02-16T17:38:33Z
Oleh : Igor Dirgantara,
TERJAWAB sudah 3 paslon definitif yang akan bertarung di Pilkada DKI 2017, yaitu Ahok-Djarot, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Silvi), dan Anis Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi). Banyak disebut bahwa pertarungan pilkada DKI kali ini merupakan ‘proxy war’ dari rivalitas Megawati, SBY dan Prabowo.Dengan adanya 3 paslon, diprediksi Pilkada DKI akan berlangsung 2 putaran, karena pemenangnya disyaratkan mendapat suara 50+1. Jika demikian, maka asumsinya petahana (Ahok-Jarot) akan melenggang sampai putaran kedua, dengan alasan bahwa incumben punya daya jelajah yang lebih baik dibanding penantangnya. Selain itu, dukungan dari PDIP, Hanura, Golkar, Nasdem (total 52 kursi DPRD) juga faktor determinan.Karena bukan head to head, maka suara penantang incumbent pun terpecah. Oleh karena itu, pada putaran pertama pertarungan sebenarnya terjadi antara paslon Agus-Silvi dengan Anies-Sandi untuk berebut pemilih DKI Jakarta.Di sini paslon Anis-Sandi berada diatas angin, karena figur Anies-Sandi lebih unggul ketimbang Agus-Silvi. Anies Baswedan lebih populer dan teruji secara politis karena justru pernah ikut konvensi partai Demokrat yang selenggarakan ayahnya Agus Harimurti.Bahkan elektabilitas Sandi Uno yang lebih dulu rajin bersosialisasi dengan warga DKI masih lebih baik dibanding Agus atau Slivi pasangannya. Sebuah survei menunjukkan bahwa publik cukup kecewa dengan Presiden Jokowi yang mengganti Anies Baswedan sebagai Mendikbud yang berkinerja baik, begitu juga respon netizen saat reshuffle jilid 2 dilakukan.Pasangan Agus-Silvi cukup baik dan ideal, hanya saja akseptabilitas Anies-Sandi lebih tinggi di mata publik. Di samping itu, massa dan partai pengusung Anies-Sandi (Gerindra-PKS) jauh lebih solid daripada Agus-Silvi (Demokrat, PPP, PKB, PAN).Di putaran kedua, besar kemungkinan Anies-Sandi menang tipis dari Ahok-Djarot. Karena suara pemilih Agus-Silvi akan berakumulasi untuk pasangan Anies-Sandi, bukan ke Ahok-Djarot. Popularitas positif dan negatif Ahok cenderung equal. Sentimen negatif Ahok juga merata di aneka segmen pemilih DKI.Dukungan mesin partai serta militansi kadernya menjadi lebih signifikan. Di sini animo masyarakat akan terlihat bagi yang ingin status quo atau perubahan kepemimpinan di DKI. Kemenangan pasangan Anies-Sandi akan diraih tipis atas Ahok-Djarot. Sekalipun isu SARA pudar, dan program masing-masing paslon sama baiknya, namun primordialisme mungkin bisa jadi penentu.asangan Ahok-Jarot hanya akan melenggang menang jika mampu meraih suara 50+1 di putaran pertama. Tapi hal ini tidaklah mudah, sama sulitnya dengan berharap pasangan incumben akan kandas di putaran awal.Igor Dirgantara, adalah Ppengamat politik Fisip Universitas Jayabaya, juga Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN).
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update