< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Kunjungan Kerja Komisi VIV DPR-RI, Beras Petani Dimaksimalkan

Kamis, 02 Maret 2017 | Kamis, Maret 02, 2017 WIB | Last Updated 2017-03-02T09:17:53Z
LEBAK, (KB).-Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan kerja, dan meninjau gudang beras Bulog Sub Divisi Regional (Subdivre) Lebak-Pandeglang, Rabu (1/3/2017). Dalam kunjungannya, wakil rakyat di senayan ini meminta Bulog Divre DKI Banten menyerap gabah petani dengan melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), mitra dan stakeholder. Hadir dalam kunker tersebut Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya, jajaran Bulog DKI-Banten. ”Bulog DKI Banten saat ini tinggal menjalankan tugas komersial dan pendistribusian karena Bulog memiliki kemampuan untuk itu. Kami minta Bulog DKI Banten harus mampu menyerap gabah petani. Hal itu agar selain stabilitas harga gabah ditingkat petani stabil juga persediaan mencukupi,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron.Sejumlah anggota DPR RI Komisi IV, di antaranya Vivi Sumantri Jayabaya yang turut meninjau persediaan beras di Gudang Bulog Warunggunung, mengaku cukup puas melihat ketersediaan beras yang ada. Namun, pihaknya meminta agar Bulog segera mendistribusikan beras tersebut kepada RTS-PM (Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat). Melihat stok beras yang ada di gudang ini, kami cukup puas dan Bulog harus segera mendistribusikannya kepada masyarakat miskin,” katanya. Sementara Kepala Divre Bulog DKI- Banten, Mansyur mengatakan, meski pemerintah hingga kini belum menetapkan HPP (Harga Pembelian Pemerintah ) yang baru, namun pihaknya sudah melakukan penyerapan beras dan gabah milik petani di Subdivre yang ada, dengan mengacu kepada Inpres Nomor 5 tahun 2015. ”Dalam penyerapan beras dan gabah petani, kami masih berpedoman kepada Inpres Nomor 5 tahun 2015,” ucapnya. Menurutnya, harga gabah kering panen di tingkat para petani saat ini masih relatif tinggi pada kisaran Rp 3.900 per kilogram, sehingga pihaknya terus memantau perkembangan harga gabah di tingkat petani sekaligus melakukan penyerapan gabah maupun beras. "Masih tingginya harga gabah kemungkinan akibat pengaruh masa panen padi yang tidak serentak dan kondisi cuaca yang menyulitkan pengeringan gabah milik petani," tuturnya.Ia mengatakan, meski harga gabah masih relatif tinggi, Bulog melalui beberapa mitra kerja melakukan pembelian atau penyerapan gabah milik petani, meski ada kesulitan dalam penjemuran gabah."Saat ini, kami sudah melakukan pembelian gabah milik petani meski belum secara maksimal, akibat kondisi cuaca yang masih sering terjadi hujan," katanya.Bahkan Kadivre optimistis, target pengadaan tahun 2017 sebanyak 200 ribu ton setara beras tercapai tahun ini. Kasubdivre Bulog Lebak dan Pandeglang, Renato Horison menambahkan, berdasarkan Inpres Nomor 5 tahun 2015, HPP tahun 2015 lalu, pemerintah telah menetapkan harga gabah kering panen (GKP) di penggilingan sebesar Rp 3.700/kg, gabah kering giling (GKG) di gudang bulog Rp 4.600/kg, dan harga pembelian beras dalam negeri Rp 7.300 kg. Tahun ini Bulog akan menerapkan metode baru untuk pengadaan beras, yaitu dengan Any Quality and Any Price yang merupakan pengadaan komersial atau pengadaan premium. "Beras akan tetap dibeli dengan harga sesuai kualitasnya. Jadi jika beras yang dibawa kualitasnya lebih baik dari beras standar, maka akan dibeli dengan harga yang lebih tinggi.Namun sebaliknya, jika beras dengan kualitas yang lebih rendah maka akan dibeli dengan harga yang lebih rendah," katanya. (

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update