< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Stadion Benteng, Situs, dan Museum

Minggu, 19 Maret 2017 | Minggu, Maret 19, 2017 WIB | Last Updated 2017-03-19T12:41:27Z
 
Tangerang-Nasib Stadion Benteng tak ubahnya anak yatim. Stadion yang berada di Jalan Taman Makam Pahlawan, Kota Tangerang itu tidak terurus dan terlantar. Selain itu juga terlihat kucel, kumuh, dan jorok sehingga kondisinya betul-betul memprihatinkan.
Di sekitar stadion juga, rumput-rumput liar seakan-akan tidak pernah dipangkas hingga tumbuh di mana-mana. Demikian juga pohon-pohonnya seperti dibiarkan tumbuh semaunya. Paving blok di halaman stadion yang biasa digunakan untuk parkir motor dan mobil pun, berlepasan dan menyisakan sejumlah lubang.
Pendek kata, stadion yang dibangun sekitar tahun 1980-an pada era Bupati Tangerang Tajus Sobirin dan dikabarkan bisa menampung sekitar 25.000 penonton itu, kini semakin mengenaskan. Jadi, tak hanya mirip anak yatim, tapi juga mirip kuburan tua.
Padahal stadion itu pernah menjadi kebangaan masyarakat Tangerang, yakni Persita yang dijuluki Pendekar Cisadane. Belakangan setelah Pemerintah Kota Tangerang berdiri secara otonom, stadion itu juga digunakan Persikota yang dijuluki Bayi Ajaib.
Baru-baru ini, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, menyampaikan pernyataan terkait stadion itu. Katanya stadion itu akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). Alasannya kontruksi bangunannya sudah rapuh dan keberadaannya di tengah-tengah Kota Tangerang.
Bagi saya, pernyataan Sang Walikota itu sangat mengejutkan. Saya khawatir pernyataan orang nomor satu di Pemerintah Kota Tangerang itu memukul insan-insan olahraga, termasuk para pecinta bola di Tangerang, serta mengundang polemik dan kontroversi.
Walau bagaimana pun, Stadion Benteng itu sudah menorehkan sejarah yang cukup panjang bagi perjalanan sepakbola di Tangerang. Tentu sudah banyak nama-nama pemain sepakbola yang membawa harum nama Tangerang dalam kancah sepakbola nasional. Sebut saja misalnya Agus Suparman, Ilham Jaya Kesumah, dan Zaenal Arif.
Yang namanya sejarah, tentu saja akan banyak pelajaran dan peristiwa di dalamnya yang bisa dijadikan cermin dalam hidup ini. Karena itu, sudah semestinya stadion itu dilestarikan dan diabadaikan hingga menjadi situs atau museum olahraga Tangerang.
Jangan sampai generasi mendatang menilai, watak manusia saat ini hanya pandai membangun, tapi bodoh dalam urusan merawat.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update