< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Korban Kecelakaan Meningkat, Tekan Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 30 November 2018 | Jumat, November 30, 2018 WIB | Last Updated 2018-11-30T12:47:59Z

JAKARTA - Pertumbuhan yang pesat pada mobilitas ma­syarakat dengan menggunakan moda transportasi modern harus diimbangi dengan membangun budaya kesadaran keselamatan nasional di seluruh transportasi umum,
baik darat, laut, maupun udara. Budaya keselamatan ter­sebut harus ditumbuhkan dari semua kalangan masyarakat, transporter, dan regulator.
Hal ini terutama bertujuan untuk menekan angka kecela­kaan dan korban manusia baik yang luka-luka maupun me­ninggal dunia. Sebab, musibah kecelakaan itu tidak hanya me­rugikan keluarga korban, tapi juga satu bangsa.

Menanggapi hal itu, peng­amat transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, mengatakan Indo­nesia harus menekan serendah mungkin jumlah korban kecela­kaan yang justru terjadi pada masyarakat yang produktif dan bermobilitas tinggi.

“Hal ini secara proporsional berpotensi menekan pertum­buhan ekonomi nasional, ka­rena yang meninggal adalah warga yang produktif. Pertum­buhan ekonomi lima persen itu didukung oleh jumlah pen­duduk.
Jadi, jangan biarkan warga produktif jadi korban kecelakaan,” papar dia, ketika dihubungi, Kamis (28/11).

Data menunjukkan pertum­buhan pengguna transportasi terus meningkat, contohnya pada transportasi udara.
Ta­hun ini, Bandara Soekarno-Hatta mengalami kelebihan penumpang hingga 20 juta orang. Angka ini mengacu pada prediksi pertumbuhan penum­pang sebesar 7 persen menjadi 68 juta orang. Di sisi lain, kapa­sitas terminal di bandara seki­tar 43 juta penumpang.

Sementara itu, jumlah kor­ban meninggal pada kecela­kaan transportasi darat tercatat paling tinggi, yakni sekitar 117 ribu orang dalam lima tahun terakhir.

Menurut, pakar transportasi, Sony Sulaksono, pertumbuhan jumlah pengguna transportasi dan tingginya korban kecela­kaan tersebut mesti diantisipasi dengan menambah infrastruk­tur transportasi yang lebih efi­sien dan aman.

“Kesadaran untuk kesela­matan itu belum sepenuh­nya kita lindungi. Kita masih menomorduakan keselamat­an. Padahal seharusnya, infra­struktur dibangun, kesadaran, keselamatan itu harus meng­ikuti,” jelas Sony.

Djoko juga menilai bahwa faktor keselamatan masih akan menjadi persoalan utama pada sektor transportasi di Tanah Air, baik angkutan udara, darat, laut, maupun kereta api. Hal ini da­pat dilihat dari mulai seringnya terjadi kecelakaan transportasi.

“Semua pihak harus ber­tanggung jawab untuk mencip­takan transportasi yang aman. Tidak hanya pemerintah, tapi juga para operator transportasi, dan tidak ketinggalan masya­rakat yang menjadi pengguna­nya,” kata dia.

Djoko meminta para ope­rator transportasi di Tanah Air menjadikan keselamatan men­jadi harga mati dan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Jika di sektor industri ada tar­get zero accident, maka di sek­tor transportasi juga perlu dica­nangkan target seperti itu,”

Momentum Berbenah

Sejumlah kalangan juga mengingatkan agar musibah ke­celakaan Lion Air akhir bulan lalu, bisa menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepen­tingan transportasi nasional untuk berbenah.

Masalah kelalaian harus di­hadapi dengan kejujuran dan transparansi agar masalah tidak menumpuk seperti api dalam sekam, tapi ditindaklanjuti de­ngan perbaikan dan perubah­an sikap, serta menghilangkan kebiasaan buruk dalam kesela­matan.

“Evaluasi dan audit kepatu­han proses dan prosedur ke­selamatan tidak cukup dan tidak memadai hanya secara adminis­tratif, tetapi juga harus berdasar­kan fakta lapangan,” ujar pakar kebijakan dari Universitas Brawi­jaya Malang, Fadillah Amin.

Menurut dia, untuk memba­ngun budaya kesadaran kesela­matan nasional tidak mudah dan memerlukan waktu.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update