< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Atasi Perubahan Iklim, Bank Dunia Kucurkan 200 Miliar Dollar AS

Selasa, 04 Desember 2018 | Selasa, Desember 04, 2018 WIB | Last Updated 2018-12-03T18:48:19Z

PEMBUKAAN KTT - Pejabat Kementerian Lingkungan Polandia, Michal Kurtyka, menjadi pembicara pertama pada Konferensi Perubahan Iklim PBB di Katowice, Minggu (2/12).
KATOWICE – Bank Dunia menyatakan akan menggelontorkan 200 miliar dollar AS sebagai investasi bagi aksi perubahan iklim untuk periode 2021–2025. Hal tersebut diucapkan Direktur Senior Bank Dunia untuk Perubahan Iklim, John Roome pada Konferensi Perubahan Iklim Persatuan Bangsa- Bangsa (PBB) atau Conference of the Parties 24 (COP24) yang dihadiri 200 peserta dari berbagai negara di Katowice, Polandia, Senin (3/12).
John Roome mengatakan hal itu dilakukan demi target yang terus meningkat secara signifikan dalam mengatasi perubahan iklim dan sebagai sinyal penting kepada komunitas global yang lebih luas unt uk melakukan hal yang sama. “Jika kita tidak mengurangi emisi dan membangun dari sekarang, kita akan memiliki 100 juta lebih orang yang hidup dalam kemiskinan pada tahun 2030,” katanya.
Dalam sebuah pernyataan, Bank Dunia mengatakan rincian 200 miliar dollar AS akan terdiri dari sekitar 100 miliar dollar AS dalam bentuk pendanaan langsung dari Bank Dunia. Sementara itu, sekitar sepertiga dari dana yang tersisa akan berasal dari dua lembaga Kelompok Bank Dunia dengan modal pribadi, sisanya dimobilisasi oleh Kelompok Bank Dunia.
“Dan kita juga tahu bahwa semakin sedikit kita membahas masalah ini secara proaktif hanya di tiga wilayah, seperti Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin, kita akan memiliki 133 juta migran iklim,” ujar Roome. Sementera itu, Ketua Panitia Pelaksana COP 24 yang juga pejabat Kementerian Lingkungan Polandia, Michal Kurtyka, mengatakan pertemuan selama dua minggu akan membahas upaya meredam dampak perubahan iklim.
“Kami di sini menyiapkan dunia bertindak bersama menghadapi perubahan iklim,” katanya. KTT iklim di Katowice dianggap paling penting sejak perjanjian iklim di Paris 2015. Para ahli mengatakan dibutuhkan pemotongan emisi besarbesaran untuk dukung Kesepakatan Paris.

Tanpa AS

Konferensi negara-negara penandatangan kesepakatan iklim Paris, yang dikenal sebagai COP24 itu digelar untuk membahas bagaimana para peserta menerapkan komitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Amerika Serikat yang sebelumnya bergabung dalam kesepakatan telah mengundurkan diri tahun lalu.
“Sejak penandatanganan perjanjian, ini adalah COP yang paling penting, dan kita memerlukan inisiatif dari Anda seperti untuk bersaksi bahwa pemerintah, swasta, dan perorangan bersedia bekerja sama mengatasi perubahan iklim, dalam komitmen multilateralisme,” kata Wakil Sekretaris Eksekutif Perubahan Iklim PBB, Ovais Sarmad.
Sedangkan delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, optimistis COP 24 menghasilkan rencana konkret untuk mewujudkan Kesepakatan Paris. “Meski Amerika Serikat menarik diri dan Brasil kabarnya akan mundur, tapi sebagian besar negara ingin Kesepakatan Paris dilaksanakan,” kata Siti.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update