BEKASI – Jalan Raya Kali Cikarang Barat Laut (CBL)
nyaris ambrol separuh badan jalan, akibat jebolnya Kali CBL di Desa
Kertamukti Kecamatan Cibitung beberapa waktu silam.
Salah seorang warga setempat, Wahyudi menuturkan kondisi ini terjadi sudah lama, tapi belum juga diperbaiki oleh pemerintah.
”Udah lama, ada satu tahunan mah. Kalo yang datang, cuma moto-moto doang sih udah banyak, tetapi sampai memang sekarang belum ada yang memperbaiki,” ungkapnya.
Menurutnya, selain karena kondisi tanah labil dan terus menerus
tergerus air sungai, turap tersebut juga bisa jebol karena banyaknya
kendaraaan bertonase besar yang melintas.
Untuk mengantisipasi haI-hal yang tidak diinginkan, warga pun menutup
separuh badan Jl. Raya Kali CBL yang hampir ambrol menggunakan drum dan
potongan bambu sepanjang kurang Iebih 20 meter.
Hal itu bertujuan agar badan jalan yang terdampak dari jebolnya
tanggul dihindari pengguna jalan. “Sekarang kalau mobil besar udah nggak
bisa lewat sini. Yang bisa melintas cuma motor sama mobiI-mobil kecil
aja, itu juga setelah bahu jalan yang disebelahnya diurug menggunakan
tanah,” kata dia.
Warga berharap ada Iangkah nyata yang dilakukan pemerintah untuk
mengatasi persoalan itu sebelum kondisinya bertambah parah dan
menimbulkan korban. “Ya harus segera diantisipasi, jangan sampai nunggu
ambrol dan ada korban dulu baru diperbaiki. Apalagi sekarang musim
hujan, bisa Iebih parah kondisinya,” ujar Wahyudi.
Camat Cibitung, Hasan Basri mengaku sudah mengetahui informasi
terkait kondisi Jl. Raya CBL yang nyaris ambrol di Kp. Sasak Bakar, RT
02/02 Desa Kertamukti Kecamatan Cibitung sejak beberapa waktu Ialu.
Bahkan, ia juga sudah melaporkan dan mengajukan penanganan mengenai
hal tersebut sebanyak dua kali ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi.
“Sudah, sudah dilaporkan dan sudah saya ajukan juga dua kali. Tapi memang belum ditangani,” kata Hasan Basri.
Kondisi tersebut, sambungnya terjadi sejak tahun 2018 Ialu. Namun ia
membantah separuh badan jalan yang nyaris amblas itu disebabkan karena
turap yang menjadi penahan tanah dan badan jalan jebol. “Nggak ada
turap, cuma jalannya aja yang amblas,” tutupnya.







0 comments:
Post a Comment