TANGERANG – Polisi masih mendalami kasus tewasnya
Quina , balita 1,5 tahun yang dianiaya ibu kandungnya sendiri di
Jatiuwung, Kota Tangerang. Hasil autopsi, Quina tewas karena pukulan di
kepala.
“Hasil autopsi sudah kami terima. Penyebab kematian korban yakni luka
di kepala sebelah kanan,” kata Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro
Jalmaf di pemakaman di Kampung Gebang, Sangiang Jaya, Periok, Kota
Tangerang, Senin (21/1/2019).
Quina diduga kuat dianiaya Ros pada Jumat (18/1/2019). Balita malang
itu akhirnya jatuh pingsan usai dipukuli ibu kandungnya sendiri. Melihat
Quina tergelatak lemas di atas kasur, pemilik kontrakan yang datang
menagih uang listrik kemudian membawa Quina ke RS Bunda Sejati.
Sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan Quina telah meninggal
dunia. Dokter mencurigai balita 1,5 tahun itu meninggal secara tidak
wajar. Hal itu kemudian dilaporkan ke Polsek Jatiuwung.
“Ada 9 item luka dalam hasil autopsi. Luka di bagian kepala korban
itu luka baru. Kemungkinan korban dipukuli dua jam setelah dinyatakan
meninggal dunia oleh dokter,” kata Eliantoro didampingi Kanit Reskrim
AKP Jazali.
Diberitakan sebelumnya, Quina tewas secara tidak wajar setelah di
tubuhnya ditemukan sejumlah luka lebam. Polsek Jatiuwung yang melakukan
penyelidikan akhirnya menetapkan ibu kandung korban, Ros (28), sebagai
tersangka.
Ibu muda itu telah mengakui perbuatan kepada polisi. Aksi
penganiayaan dilakukan di rumah kontrakannya di Kelurahan Sangiang,
Kecamatan Periok, Kota Tangerang, sejak lama.
Ros tega menganiaya darah dagingnya sendiri lantaran sakit hati
dengan ayah korban yang meninggalkannya sejak melahirkan Quina. Bahkan,
Ros sempat menitipkan Quina ke kerabatnya lantaran terhimpit persoalan
ekonomi.
Setelah kembali menikah dengan Wage, suami ketiganya, Ros kemudian
membawa Quina untuk tinggal bersamanya. Soalnya perekonomian keluarga
membaik setelah berdagang di rumah kontrakannya.
Namun rupanya rasa sakit hati terhadap ayah korban belum hilang.
Roskerap tersulut emosi ketika melihat Quina karena terbayang mantan
suaminya. Akibatnya bogem mentah Ros sering mendarat ke tubuh bocah
malang tersebut.







0 comments:
Post a Comment