CILEGON, (KB).- Pelaksa tugas Wali Kota Cilegon Edi
Ariadi mengatakan, pembangunan yang dilaksanakan pemerintah harus dapat
dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Hal itu dikatakan Edi dalam kegiatan forum konsultasi publik
rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020, di
Aula Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, Kamis
(24/1/2019). RKPD Kota Cilegon 2020 mengusung tema ”Mewujudkan
Pembangunan Inklusif Berbasis Kewilayahan”.
“Acara ini sesungguhnya adalah pemaparan evaluasi prioritas daerah,
kondisi makro daerah, serta sasaran dan prioritas pembangunan daerah
oleh pemerintah kepada pemangku kepentingan di Kota Cilegon,” kata Edi
dalam sambutannya.
Dia menuturkan, melalui tema RKPD tersebut diharapkan hasil-hasil
pembangunan yang dilakukan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kota
Cilegon. Harapan tersebut diwujudkan melalui pembangunan yang memiliki
karakteristik yang sesuai dengan permasalahan yang ada di setiap
wilayah.
Menurut Edi, kegiatan ini juga dijadikan sebagai masukan dan
rekomendasi dari masing-masing pemangku kepentingan. ”RKPD juga untuk
mengetahui keadaan daerah Kota Cilegon,” ujarnya.
Tujuannya untuk mendapatkan masukan dan rekomendasi dari
masing-masing pemangku kepentingan agar rencana pembangunan yang sedang
disusun saat ini dapat menjawab fenomena dan permasalahan yang akan
dihadapi masyarakat di tahun mendatang.
Pada kesempatan itu, Plt Wali Kota Cilegon mengapresiasi pembangunan
ekonomi yang dilakukan di Kota Cilegon. “Pada indikator pertumbuhan
ekonomi, Kota Cilegon berada di kisaran 5,59%. Hal itu cukup
menggembirakan dimana Kota Cilegon berada di atas rata-rata nasional
yang berada pada angka 5,07 persen,” tuturnya.
Menurut Edi, tingkat kemiskinan di Kota Cilegon juga berada di posisi kedua terendah di Provinsi Banten.
“Tingkat kemiskinan Kota Cilegon adalah yang kedua terendah setelah
Kota Tangerang, IPM Kota Cilegon terus naik secara konsisten meningkat
terutama sub indikator daya beli, tingkat pengangguran terus menerus
mengalami penurunan di angka 9,33 persen pada tahun 2018, dibandingkan
dengan tahun 2017 yang berada pada kisaran 11,88 persen,” tuturnya.







0 comments:
Post a Comment