![]() |
| Advokasi program KKBPK Berbasis Komunitas di salah satu hotel, Kota Serang, Selasa (23/4/2019). |
SERANG-Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten menggelar kegiatan advokasi
program kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga
(KKBPK) Berbasis Komunitas di salah satu hotel, Kota Serang, Selasa
(23/4/2019).
Kepala Perwakilan BKKBN Banten H. Aan
Djumhana Mulyana mengatakan, ada 8 fungsi keluarga yang dikembangkan
BKKBN. Pertama fungsi agama. “Tantangan ke depan tidak akan seperti
sekarang, masalah yang luar biasa tidak bisa diselesaikan dengan
cara-cara yang biasa, perlu ada terobosan-terobosan, perlu ada
upaya-upaya yang lebih mendorong perubahan perilaku orang ke arah yang
lebih baik,” terang Aan.
Aan menambahkan, BKKBN bakal membangun
sinergitas program dengan lembaga manapun. Baik pemerintah maupun
swasta, LSM atau Ormas yang ada di Provinsi Banten. “Intinya kita
sepakati dulu ujung-ujungnya, bahwa pelayanan kita dilakukan bagi
masyarakat Banten, demi masyarakat Banten yang sejahtera. Ada beberapa
hal yang menjadi harapan dari kegiatan ini. Salah satunya adalah
pengembangan jalin kemitraan dalam pelaksanaan program KKBN melalui
komunitas yang ada di Provinsi Banten,” ucapnya.
Ubang Sobari, sebagai narasumber
kegiatan menekankan pentingnya penerapan pola kehidupan keluarga
berencana di masyarakat. Khususnya terkait dengan program pemerintah
dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.
Saat ini pemerintah mendorong masyarakat
agar Keluarga berkualitas cukup dengan dua anak. “Dua Anak Cukup,
Keluarga bahagia dan sejahtera itu slogannya,” ungkap Ubang. “Ada banyak
program yang dilakukan BKKBN dalam mengendalikan laju pertumbuhan
penduduk, tidak melalui alat kontrasepsi. Penguatan Komunikasi untuk
mewujudkan keluarga kecil kunci keluarga Sejahtera dan berkualitas itu
jauh lebih penting,” tutup Ubang.







0 comments:
Post a Comment