Sabtu, 03 Agustus 2019

( CERPEN ) Peluh dan Perjuangan Ayah Tanpa Lelah


Inilah kisah antara aku, ayah dan ibuku demi pendidikanku.Aku adalah bukan aku jika tanpa kasih sayang kedua orangtuaku. Mereka sangat  berpengaruh besar dalam setiap proses hidupku dan dalam setiap pencapaianku. Mereka selalu berusaha membuat damai kehidupanku.
Ibu, perempuan mulia yang tidak pernah mengeluh. Setiap pagi selalu membuat sarapan terbaik sebagai pemacu semangatku untuk menggapai ilmu. Aku meninggalkan ibu di rumah sendirian hingga waktunya aku pulang dari sekolah, selalu begitu.
Ayah, laki-laki tangguh penepis segala kesulitan dalam keluarga. Sampai kini aku tidak pernah melihat bagaimana bercucurannya keringat ayahku mengais rezeki di perantauan, merantau berpuluh-puluh tahun demi aku dan keluarga, demi menunaikan kewajibannya. Aku tidak pernah melihat bagaimana kesusahan yang ayah alami demi kemudahan dalam setiap hidupku.
Semakin aku tumbuh dewasa, aku mulai menyadari bahwa waktu bersama ibu dan ayah semakin sedikit. Kini aku melangkah lebih jauh meninggalkan ibu sendirian untuk melanjutkan pendidikanku. Kini juga menjadi lebih susah bertemu ayah, karena semenjak aku kuliah ayah hanya pulang ke rumah setiap enam bulan sekali atau bahkan satu tahun sekali.
Aku selalu meluangkan waktu untuk menghubungi ayah melalui telepon. Aku menanyakan kabar ayah, begitu juga ayah yang selalu menanyakan bagaimana keadaanku, bagaimana kesehatanku, apakah aku sudah makan, bagaimana kuliahku, apakah uangku sudah habis dan sebagainya, ya begitulah ayahku. Aku merasa ayah menjadi lebih bekerja keras sekeras kerasnya demi kuliahku.
Aku juga tidak pernah lupa untuk bercanda tawa dengan ibu dan adik-adikku melalui telepon, menanyakan kabar ibu dan keluarga di rumah, membicarakan apa yang sedang terjadi di rumah dan menanyakan apa yang ibu masak setiap hari. Aku tidak bisa duduk bersuka ria di bangku kuliah tanpa perjuangan keras ayah dan ibuku. Pendidikan untuk anak-anaknya adalah hal paling penting bagi kedua orang tuaku.  Padahal aku mengetahui bahwa untuk memasuki dunia kampus membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Agar anaknya bisa kuliah dengan lancar, kesana-kemari ibu dan ayahku mengumpulkan pundi-pundi rejeki.
Sebagai seorang buruh bangunan, pendapatan ayah tidak seberapa. Kadang ayah mendapat rezeki lebih atau bahkan kadang ayah tidak bekerja karena tidak ada proyek bangunan untuk ayah kerjakan. Lagi-lagi demi kuliahku, ayah dan ibuku menjadi lebih sering terlibat dalam lingkaran hutang piutang. Semakin kesini semakin aku sadari bahwa perjuangan ayah dan ibuku untuk pendidikanku sangatlah besar. Bisa dikatakan bahwa mereka tidak punya modal atau tabungan sama sekali untuk menempatkanku hingga di bangku kuliah.
Aku ingat betul saat detik-detik kelulusanku dari SMA, ayah dan ibuku mulai ketar-ketir membayangkan bagaimana jika anaknya tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Padahal saat itu juga ayah sedang tidak mempunyai proyek bangunan untuk dikerjakan, ayah bekerja serabutan, jelas bahwa penghasilan ayah saat itu selalu pas-pasan.
Setelah aku sudah dinyatakan lulus dari SMA, ayah dengan lantangnya berkata mantap untuk mengkuliahkanku, walaupun jelas-jelas ayah dan ibuku tidak memiliki biaya untuk kuliahku. Bisa dikatakan bahwa ayah dan ibuku hanya modal nekat dan modal dengkul saja. Tiada cara lain yang lebih cepat, ayah nekat berutang di bank agar setidaknya tersedia uang untuk biaya masuk kuliah. Utangnya berpuluh-puluh juta dengan bunga yang cukup besar nominalnya.
Sekali lagi ayah tidak berpikir panjang mengenai bagaimana nantinya ayah akan membayar cicilan utang. Yang kulihat dari raut wajah ayah adalah bahwa beliau optimis akan kesuksesan anaknya, bahwa beliau tidak apa-apa akan bekerja lebih keras lagi demi kuliah anaknya. Begitu juga terlihat jelas raut wajah ibuku, terlihat bahwa beliau senang anaknya akan kuliah entah itu bagaimanapun caranya, walaupun di sisi lain ibu juga khawatir dan rasanya tidak sanggup untuk menempatkanku di bangku kampus.
Doa ibu selalu dilantunkan agar kesuksesan anaknya tercapai melalui pendidikan yang lebih tinggi. Harapan ibu adalah agar kelak anaknya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak serta mulia, bisa mengangkat derajat orang tua dan bisa mengubah nasib keluarga ke arah yang lebih baik.
Saat ini aku sedang kuliah di semester tiga. Untuk mencapai semester tiga di Kota Bandung lagi-lagi memang butuh perjuangan besar, terutama perjuangan keras dari ayah dan ibuku. Saat ini ayah masih di perantauan dan syukurnya ada pekerjaan. Untuk membantu keuangan keluarga, ibu terbiasa bekerja serabutan seperti mengupas kulit melinjo, dan beberapa pekerjaan di kebun. Akan selalu terpatri dalam dadaku bahwa ayah dan ibu lah yang benar-benar menguras tenaga, waktu dan pikiran untuk mendukung segala kebutuhan pendidikanku. Ayah dan ibu tidak pernah lelah untuk mendukungku baik secara finansial maupun mental.
Sekarang aku harus benar-benar berubah menjadi manusia dewasa dan mandiri. Aku tidak iri dengan teman-teman kuliahku yang berasal dari keluarga berada, aku selalu percaya bahwa setiap orang punya jalan kesuksesan masing-masing entah bagaimanapun latar belakang mereka asal mereka tetap berusaha dan pantang menyerah.
Sebelum bisa berkuliah di kampusku saat ini, ayah dan ibuku selalu memberikan motivasi terbaik untukku. Mereka mengatakan bahwa aku harus belajar keras dan berdoa agar bisa melewati tes masuk kampus. Mereka selalu bersikeras kepadaku agar aku harus kuat dan tabah serta tidak usah khawatir soal biaya. Mereka yang bergantian mengantarku kesana-kemari untuk mengikuti tes seleksi masuk kampus, sebelum akhirnya takdir mengantarku untuk berkuliah di kampusku saat ini. Aku selalu menangis jika mengingat kata-kata motivasi dari ayah.
Begitulah ucap ayah padaku. Saat aku sedang tergoda dengan kemalasan, terbebani dengan tugas dan jadwal organisasi yang menumpuk, tetap harus aku ingat perjuangan ayah dan ibu sebagai motivasiku meraih kesuksesan.
Alhamdulillah berkat kerja keras serta doa dan perjuangan kedua orangtuaku, saat ini aku mendapatkan beasiswa prestasi dari kampusku. Mungkin ini bukan apa-apa, tapi aku berharap hal ini bisa memberikan angin segar untuk ayah dan ibuku. Sekarang aku tidak takut untuk tetap melangkah maju dan gigih melawan segala keterbatasan yang menghadangku. Semoga Allah memberikan kesehatan, keselamatan, kemuliaan dan panjang umur untuk ayah dan ibuku. Semoga Allah mengganti segala jerih payah perjuangan ayah dan ibuku dengan hadiah surga di akhirat nanti. Aamiin. Dari Dian yang selalu semangat karena Ayah dan Ibu.
Share:

1 komentar:

STRIMING TV

PORTO FOLIO WEBSITE Silakan Isi Data

SELAMAT HUT GURU 2022

SELAMAT HUT GURU 2022

SUKSESKAN PORPOV JABAR

SUKSESKAN PORPOV JABAR

Sekretariat DPRD Kota Cilegon

Sekretariat DPRD Kota Cilegon

SELAMAT HUT KOTA TANGERANG SELATAN

SELAMAT HUT KOTA TANGERANG SELATAN

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

SELAMAT HARI JADI KABUPATEN BIMA

SELAMAT HARI JADI KABUPATEN BIMA

SELAMAT HUT KOTA TANGERANG SELATAN

SELAMAT HUT KOTA TANGERANG SELATAN

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

DINAS PENDIDIKAN HUT KOTA SERANG KE 15

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

Kanwil Departemen Agama Provinsi Banten 1 Muharam 1444 H

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

Pancasila Sakti 2022

Pancasila Sakti  2022

PANCASILA ADALAH NKRI

PANCASILA ADALAH NKRI

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support