< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Dosen UBK Ajak Menteri Nadiem Petakan Pendidikan Tinggi dan Tak Kekang Akademisi

Rabu, 30 Oktober 2019 | Rabu, Oktober 30, 2019 WIB | Last Updated 2019-10-30T03:12:08Z
 
Seleksi Menteri, Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek, saat di Istana Mereka dipanggil Presiden Jokowi (reuters)
JAKARTA – Banyak yang terkejut ketika anak muda  Nadiem Makarim itu tampil memimpin mesin produksi keilmuwan di Indonesia, yakni sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.   Nadiem diancangkan untuk membuat sumber daya unggul dan Indonesia maju. Namun, dia harus tuntaskan kondisi yang ada.
“Meskipun demikian, di balik pro kontra, yang harus disisir oleh beliau selain mengajak terbang dengan sistem informasi tehnologi  dan perkembangannya harus tuntaskan dulu karakter manusia berbasis nilai bangsa, mental  birokrasi, dan budaya akademiknya kampus serta memetakan hambatan-hambatan yang ada di pengelolaan kampus. Inilah akar masalah pendidikan di Indonesia,” kata  Azmi Saputra, dosen Universitas Bung Karno (UBK), Selasa (29/10/2019).
“Ironis kan,  kemerdekaan akademik  dan budaya akademik setelah 3/4 abad Indonesia masih diperjuangkan?  Selain itu,  kebijakan penyelenggaraan pendidikan yang masih ‘tambal sulam’, fakta ketidakmandirian perguruan tinggi, kampus masih diintervensi politik,” ujarnya.
Selain itu, atmosfir akademik tak menunjang akibat  terbelenggu heirarki birokrasi akademik karenanya harus dimunculkan  kembali budaya dan nilai nilai akademik. “Inilah PR besar Pak Menteri.
Azmi Saputra, pengajar FH Universitas Bung Karno, Jakarta. (ist)
Dia menegaskan, hakekat kaum akademisi adalah memihak kebenaran., kejujuran, dan keadilan. “Akademisi  itu sejatinya hanya mengabdi pada kebenaran, kejujuran, keadilan serta untuk kemanusiaan ini kunci Indonesia maju, manusia Indonesia kembali pada jiwa pancasila melalui kampus,” ujarnya .
Dia  menyatakan,  jangan lagi universitas  dikekang dengan  budaya birokrasi yang lamban, tidak efisien, politik praktis dan cendrung korup. Adanya kekangan semacam itu akibatnya  universitas di Indonesia akan semakin tidak mampu mengejar perkembangan ilmu dan akan kalah bersaing dengan universitas lainnya. “ Ini PR, tantangan sekaligus problem yang harus dituntaskan oleh Menteri Pendidikan,” ujarnya.
Karenanya, lanjut dia, tata kelola yang baik, transparansi,  dan aksesbilitas publik terhadap perguruan tinggi jadi kunci utuk perguruan tinggi maju dan unggul,” ujar Azmi Syahputra yang juga
Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update