SERANG, (KB).- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
(Untirta) terus mengembangkan program studi (prodi). Salah satunya
dengan membuka Program Doktor (S3) Prodi Pendidikan, yang diharapkan
dapat berkontribusi terhadap pembangunan dan penciptaan sumber daya
manusia (SDM) berkualitas di Banten.
“Pembukaan S3 cukup berat tantangannya. Karena sebagai strata yang
tertinggi, kami harus melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi. Mulai
dari pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi pada
level 9. Kami perlu perangkat jurusan, kemudian dosen-dosen yang
benar-benar berkualitas dan memiliki profesioanl yang tinggi,” kata
Koordinator Prodi Pendidikan Program Doktor Sholeh Hidayat, di Kampus
Untirta, Rabu (18/12/2019).
Ia mengatakan, di awal pihaknya ingin mendekatkan standardisasi
nasional pendidikan tinggi sesuai dengan Peraturan Menteri Riset
Teknologi Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 44 Tahun 2015.
Salah satunya dengan pembukaan program doktor tersebut, agar bisa
berkontribusi terhadap pembangunan di Banten. Sesuai dengan arahan
Presiden Jokowi yakni sumber daya manusia yang berkualitas.
“Menghadapi Era Industri 4.0 dengan perubahan yang begitu cepat kita
tidak boleh meninggalkan kearifan lokal. Prodi Pendidikan Program Doktor
memiliki enam bidang keahlian yakni Teknologi Pendidikan, Manajemen
Pendidikan, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Babasa Inggris,
Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam,” ujarnya.
Ia mengatakan, target terdekat yakni masih menyosialisasikan kepada
masyarakat bahwa di Untirta kini sudah membuka Program Doktor. Sehingga,
pihaknya masih menunggu calon mahasiswa yang mendaftar. Untirta
mempunyai lulusan lulusan S2 Teknologi Pendidikan, Manajemen Pendidikan,
bisa terserap untuk melanjutkan pendidikannya ke Program Doktor. Sebab,
sesuai dengan latar belakang pendidikan.
“Capai pembelajaran Program Doktor yakni Disertasi, satu artikel di
jurnal internasional bereputasi, satu artiket dipersentasikan dalam
seminar Internasional dan diterbitkan di prosiding. Lama kuliah pada
Program Doktor yakni paling lama 3 tahun atau 6 semester, dan paling
lama 7 tahun atau 14 semester. Lulusan Program Doktor diharapkan menjadi
dosen atau pendidik profesional, menjadi peneliti bidang pendidikan,
menjadi perumus atau pembuat kebijakan pendidikan menjadi pakar
pendidikan,” katanya.







0 comments:
Post a Comment