< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Presiden Tinjau Infrastruktur Labuan Bajo

Senin, 20 Januari 2020 | Senin, Januari 20, 2020 WIB | Last Updated 2020-01-20T14:33:44Z

JAKARTA – Presiden Joko Widodo kembali meninjau pembangunan infrastruktur kawasan wisata superprioritas di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden juga akan meresmikan Hotel Inaya milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai fasilitas pendukung kawasan wisata unggulan itu.
“Presiden akan meninjau proyek pembangunan terminal serbaguna (multipurpose) Labuan Bajo dan meninjau kawasan Puncak Waringin. Selain itu, Presiden juga akan meresmikan sarana pendukung pariwisata, yaitu sebuah hotel milik BUMN,” kata Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, di Jakarta, Minggu (19/1). Pada Juli 2019 lalu, Presiden Jokowi telah meninjau infrastruktur di Labuan Bajo.
Dalam beberapa kesempatan, Presiden memang selalu menegaskan dirinya akan selalu memantau langsung pembangunan suatu infrastruktur. “Seperti kita ketahui, Labuan Bajo merupakan salah satu dari lima destinasi wisata superprioritas tahun ini,” kata Heru.
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana dijadwalkan melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Manggarai Barat, NTT. Pada Senin (20/1), Presiden Jokowi direncanakan akan meninjau dermaga peti kemas yang akan dibangun PT Pelindo III (Persero) dan meresmikan Hotel Inaya yang dibangun oleh PT ASDP Indonesia Ferry dan PT PP.
Pada Selasa (21/1), Jokowi akan membagi-bagikan ratusan sertifikat tanah kepada ratusan masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat. Diperoleh informasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pelabuhan multipurpose akan berfungsi sebagai pelabuhan khusus kargo dan curah cair ini akan dibangun oleh PT Pelindo III (Persero) dan dilengkapi lapangan penumpukan peti kemas serta terminal curah cair.
Dermaga ini rencananya akan dapat disandari kapal berkapasitas 25.000 DWT. Selain pelabuhan, Kemenhub telah menetapkan Konsorsium Cardig Aero Service (CAS) sebagai pemenang proyek pengembangan Bandara Komodo melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi 1,2 triliun rupiah dan estimasi total nilai biaya operasional 5,7 triliun rupiah.
Dengan skema ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada anggaran negara dan meningkatkan pelayanan, karena salah satu anggota konsorsium CAS adalah pengelola Bandara Changi, Singapura, yang telah terbukti terbaik secara global. Selain Bandara, infrastruktur transportasi yang tengah disiapkan yaitu Pelabuhan Labuan Bajo.
Pelabuhan ini nantinya akan dibagi menjadi dua, yang sudah eksisting saat ini sebagai pelabuhan khusus penumpang. Sedangkan untuk terminal kargo atau peti kemas akan dialihkan ke lokasi yang lain yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari lokasi pelabuhan eksisting saat ini.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update