< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

188 WNI Diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu

Selasa, 25 Februari 2020 | Selasa, Februari 25, 2020 WIB | Last Updated 2020-02-25T10:15:42Z

KAPAL EVAKUASI I Kapal rumah sakit KRI dr Soeharso bersandar di Dermaga Madura, Komando Armada II Surabaya, pekan lalu. KRI ini digunakan untuk mengevakuasi warga Indonesia di kapal pesiar World Dream.
JAKARTA – Pemerintah memu­tuskan akan mengevakuasi 188 war­ga negara Indonesia (WNI) di kapal pesiar World Dream terlebih dulu daripada 74 WNI di kapal pesiar Dia­mond Princess. Sebab, keberadaan World Dream dekat dengan perairan Indonesia, sedangkan Diamond Prin­cess di Dermaga Yokohama, Jepang.
Menteri Koordinator bidang Pem­bangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, me­ngatakan pemerintah akan melakukan evakuasi WNI di kapal pesiar World Dream ke kapal rumah sakit KRI dr Soeharso 990 milik TNI Angkatan Laut.
“Tadi, kami mendapatkan peng­arahan sekaligus keputusan tentang rencana evakuasi WNI di kapal World Dream maupun di Diamond Princess. Sesuai dengan arahan Presiden, kita akan tangani satu per satu biar lebih cermat dengan segala kehati-hatian. Dan, sementara yang kita putuskan untuk mengevakuasi anak buah kapal dari World Dream. Kapal Soeharso su­dah ke laut,” kata Muhadjir Effendy, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakar­ta, Senin (24/2).
Setelah dievakuasi KRI dr Soehar­so, WNI tersebut akan langsung diob­servasi untuk mendeteksi terdampak virus korona jenis baru, Covid-19, di pulau tak berpenghuni di Pulau Sebaru 1, Kepulauan Seribu. “Kapal Soeharso akan diobservasi sesuai de­ngan prosedur yang ditetapkan TNI AL,” ucap Muhadjir.
Ia menjelaskan pulau yang dipakai observasi sangat aman. “Pokoknya ada tempat yang kita anggap aman. Karena ada pulau yang tidak ada penghuninya, kita tinggal pakai saja,” jelasnya.
Saat ditanya kapan evakuasi WNI kru kapal pesiar Diamond Princess dilakukan, Muhadjir mengatakan saat ini akan dilakukan satu per satu dulu, terlebih mereka tidak ingin di­evakuasi dengan kapal. “Nanti kita tangani satu per satu. Yang sekarang ini yang sudah mengapung-apung harus segera kita tangani dan se­lesaikan dan kalau sekarang (WNI Diamond Princess) kan masih ada pemerintah Jepang,” jawab Muhadjir.
Paling Dekat
Menteri Kesehatan (Menkes), Ter­awan Agus Putranto, menambahkan saat ini pemerintah masih fokus un­tuk evakuasi WNI kru World Dream.
“Kita baru konsentrasi semua un­tuk yang World Dream, karena itu yang sudah paling dekat kita atur su­paya dia dapat sarana karantina yang baik dan ini kan yang risikonya paling kecil, selalu kita ambil yang risikonya paling kecil,” kata Terawan.
Ia pun berharap para WNI yang di­observasi berhasil menjalankan karan­tina dengan baik. “Mudah-mudahan semuanya bisa melalui masa karantina dengan baik, dengan sehat, makanya kita gunakan kapal. Supaya enggak menimbulkan kalau ada sesuatu yang baru tidak mengenai yang darat dulu. Jadi, pertimbangan medis itu harus sa­ngat dipertimbangkan dengan baik, ti­dak boleh emosional. Harus satu demi satu, karena kita masih dalam zona green zone,” tutup Terawan.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update