< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Australia Dapat Teknologi Kapal Selam Nuklir dari Amerika Serikat untuk Hadapi Tiongkok

Jumat, 17 September 2021 | Jumat, September 17, 2021 WIB | Last Updated 2021-09-17T13:22:18Z

 

Foto : BRENDAN SMIALOWSKI / AFP
KONFERENSI PERS VIRTUAL I Presiden AS Joe Biden berpartisipasi dalam konferensi pers virtual tentang keamanan nasional bersama Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kanan) dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, Rabu (15/9)

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia, pada Rabu (15/9), mengatakan mereka akan membangun kemitraan keamanan untuk Indo-Pasifik, dengan membantu Canberra memperoleh kapal selam bertenaga nuklir, saat pengaruh Tiongkok di kawasan itu tumbuh.

Di bawah kemitraan yang diumumkan oleh Presiden AS, Joe Biden, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, Amerika Serikat dan Inggris akan memberi Australia teknologi dan kemampuan untuk mengerahkan kapal selam bertenaga nuklir.

Dalam pengumuman virtual tiga arah dari masing-masing ibu kota, para pemimpin menekankan Australia tidak akan menurunkan senjata nuklir, tetapi menggunakan sistem propulsi nuklir untuk kapal, untuk menjaga dari ancaman di masa depan.

"Kita semua menyadari pentingnya memastikan perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik dalam jangka panjang. Kita harus mampu mengatasi lingkungan strategis saat ini di kawasan ini, dan bagaimana hal itu dapat berkembang karena masa depan masing-masing negara kita dan bahkan dunia bergantung pada Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka yang bertahan dan berkembang dalam beberapa dekade ke depan," ujar Biden.

Sedangkan Morrison mengatakan kapal selam itu akan dibangun di Adelaide di negara bagian Australia Selatan, lewat kerja sama erat dengan AS dan Inggris. "Kami akan terus memenuhi semua kewajiban non-proliferasi nuklir kami," katanya.

Johnson menyebutnya sebagai keputusan penting bagi Australia untuk mengakuisisi teknologi tersebut. Dia mengatakan itu akan membuat dunia lebih aman.

Washington dan sekutunya sedang mencari cara untuk melawan kekuatan dan pengaruh Tiongkok yang semakin besar, khususnya pembangunan militernya, tekanan terhadap Taiwan dan pengerahan di Laut Tiongkok Selatan yang diperebutkan.

Ketiga pemimpin itu tidak menyebut Tiongkok, dan pejabat senior pemerintahan Biden yang memberi pengarahan kepada wartawan sebelum pengumuman mengatakan langkah itu tidak ditujukan untuk melawan Beijing.

Kedutaan Besar Tiongkok di Washington bereaksi, bagaimanapun, dengan mengatakan negara-negara "tidak boleh membangun blok eksklusif yang menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga".

"Secara khusus, mereka harus melepaskan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis mereka," katanya.

Langkah Berani

Mantan Direktur Intelijen Nasional AS, James Clapper, mengatakan kepada CNN, itu adalah langkah berani Australia mengingat ketergantungan ekonominya pada Tiongkok. "Jelas, Tiongkok akan melihat ini sebagai provokatif," ujar dia.

Senator dari Partai Republik, Ben Sasse, mengatakan perjanjian itu "mengirim pesan kekuatan yang jelas kepada Ketua Xi".

"Saya akan selalu memuji langkah-langkah konkret untuk melawan Beijing dan ini adalah salah satunya," katanya.

Pengarahan resmi AS sebelum pengumuman, mengatakan Biden tidak menyebutkan rencana itu "dalam istilah tertentu" kepada pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, dalam panggilan telepon, Kamis lalu, tetapi "menggarisbawahi tekad kami untuk memainkan peran kuat di Indo-Pasifik".

Para pejabat AS mengatakan propulsi nuklir akan memungkinkan angkatan laut Australia untuk beroperasi lebih tenang, untuk waktu yang lebih lama, dan memberikan pencegahan di seluruh Indo-Pasifik.

Para pejabat mengatakan kemitraan dijuluki AUKUS ini juga akan melibatkan kerja sama di berbagai bidang termasuk kecerdasan buatan dan teknologi kuantum.

"Kemitraan itu mengakhiri kesepakatan 2016 dengan pembuat kapal Prancis, Naval Group, untuk membangun armada kapal selam baru senilai 40 miliar dollar AS, untuk menggantikan kapal selam Collins yang berusia lebih dari dua dekade," kata juru bicara Morrison kepada Reuters.

Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, pada Rabu (15/9), bereaksi terhadap pakta keamanan baru yang diumumkan oleh Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia dengan mengatakan negara-negara harus "menyingkirkan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis mereka".

AS, Inggris, dan Australia mengatakan bahwa mereka akan membangun kemitraan keamanan untuk Indo-Pasifik yang akan melibatkan membantu Australia memperoleh kapal selam bertenaga nuklir, ketika pengaruh Tiongkok di kawasan itu tumbuh.

"Negara-negara tidak boleh membangun blok eksklusif yang menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga. Secara khusus, mereka harus menyingkirkan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis mereka," kata Juru Bicara Kedutaan Besar Tiongkok, Liu Pengyu.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update