< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

Ekonom Soroti Dampak Kenaikan BBM Terhadap Sembako dan Kemiskinan

Sunday, 4 September 2022 | Sunday, September 04, 2022 WIB | Last Updated 2022-09-04T11:28:51Z

 


Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi, meliputi Pertalite, Solar, dan Pertamax, Sabtu (3/9). Kenaikan BBM ini mengubah Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter dari sebelumnya Rp 7.650, Solar subsidi menjadi Rp 6.800 per liter dari sebelumnya Rp 5.150, dan Pertamax menjadi Rp 14.500 per liter yang sebelumnya Rp 12.500.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan kenaikan harga BBM subsidi akan berdampak pada kenaikan harga barang-barang secara umum atau inflasi. Namun, ia menyebut besarnya kenaikan beda-beda bahkan bisa dimungkinkan ada yang turun.

“Kenaikan harga BBM subsidi diperkirakan akan diikuti oleh kenaikan harga barang-barang secara umum (inflasi). Tetapi besarnya kenaikan akan berbeda-beda. Bahkan bisa saja ada barang yang harga nya turun,” kata Piter Abdullah  Sabtu (3/9).

Ia menjelaskan, misalnya saja telur, karena telur sudah melonjak tinggi sebelum kenaikan harga BBM subsidi. Maka, bisa saja telur tidak mengalami kenaikan atau bahkan mengalami penurunan harga.

Menurutnya, kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh supply dan demand. “Harga akan melonjak tajam ketika ada lonjakan demand atau dikarenakan adanya gangguan pasokan,” jelasnya.

Piter juga memprediksi dampak dari kenaikan BBM terhadap inflasi akan melonjak di atas 6 persen. Bahkan, skenario terburuknya dapat meningkat hingga dua digit atau 10 persen. “Kami memperkirakan inflasi akan melonjak diatas 6 persen. Bahkan skenario terburuknya antara 8 sampai dengan 10 persen,” ungkapnya.

Tak hanya berdampak pada inflasi, Dosen Perbanas Institute ini juga memaparkan kenaikan BBM justru berpeluang menambah angka kemiskinan. Sebab menurutnya, bantuan sosial (bansos) yang diyakini pemerintah dapat memulihkan daya beli masyarakat, tidak akan cukup berpengaruh terhadap dampak kenaikan BBM.

“Bansos tidak akan mampu menahan tambahan penduduk miskin apabila skenario terburuk lonjakan inflasi diatas 8 persen dan pemulihan ekonomi terganggu. Apalagi menurunkan kemiskinan,” paparnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa kenaikan BBM saat ini tidak bisa dibandingkan dengan kesuksesan pengalaman di masa silam. Hal itu disebabkan bedanya kondisi sosial ekonomi yang terjadi masa kini dan masa lalu.

“Kondisinya jauh berbeda. Tahun ini kita masih dilanda pandemi dan juga ada gejolak global. Tidak bisa disamakan. Walaupun 2008 dan 2013-2014 juga ada krisis. Tetapi tidak seburuk saat ini,” tegas dia.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update