Tuesday, 11 October 2022

Tinggi Biaya Politik dalam Jebakan Demokrasi Prosedural

  

Jubir Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Kholid

SLEMAN  ( KONTAK BANTEN)  Jubir Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Kholid mengatakan, saat ini Indonesia terjebak konsep demokrasi prosedural. Pelaksanaan pilkada mencapai angka 500an tiap periode, belum lagi pemilihan gubernur, legislatif dan pilpres.

Ia melihat, semangat kita kepada pemilu sungguh luar biasa, terjebak demokrasi prosedural tapi lupa substansial. Bagaimana meningkatkan pendapatan perkapita, Human Development Index, kebebasan dan good governance mengalami kemunduran.

"Agenda besar kita ke depan mengambil titik keseimbangan ini," kata Kholid dalam diskusi bertema Election Corner yang bertajuk, Mengembalikan Politik Programatik di Pemilu 2024 yang digelar di Ruang Auditorium Fisipol UGM, Senin (10/10).

Kholid turut mengkritisi calon pemimpin saat ini, yang jika ingin maju pilkada,  pileg, memakai survei sebagai metodologi penelitian berbasis ilmu pengetahuan. Namun, saat terpilih, tidak memakai pengetahuan untuk menyejahterakan rakyatnya.

"Menggunakan pengetahuan lewat survei untuk bisa memenangkan dan merebut kekuasaan. Namun, saat terpilih jadi pemimpin ia tidak menggunakan ilmu pengetahuan untuk memajukan daerahnya," ujar Kholid.

Anggota DPR RI dari Nasdem, Willy Aditya menambahkan, maju dan mundur demokrasi tergantung mereka yang duduk di lembaga politik dan pemerintahan. Seharusnya, diisi mereka yang memiliki ideologi, berintegritas dan memiliki pengetahuan.

Hari ini, ia melihat, kepala daerah dan anggota legislatif kebanyakan merupakan pengusaha. Willy berpendapat, kampus seharusnya ikut andil. Sebab, politik kita kering karena ideolog entah ke mana, pemikir tidak mau terjun ke dunia praktis. "Kampus tetap di menara gading dan dunia politik semakin banal," kata Willy.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto berpendapat, ongkos politik yang dikeluarkan tiap caleg dan calon kepala daerah besar. Untuk menekan ongkos politik yang mahal itu , sebaiknya diubah dalam bentuk pemilihan legislatif proporsional tertutup.

Sedangkan, untuk pemilihan presiden dan wakil presiden tetap dipilih secara langsung, kepala daerah dipilih oleh DPRD. Gubernur itu seharusnya kepanjangan dari pemerintah pusat dan gubernur dipilih DPRD. Lalu, ada pilkada asimetris. "Partai politik menyiapkan masing-masing calon pemimpinnya," ujar Hasto.

Ia melihat, dampak yang ditimbulkan dari besarnya ongkos politik setiap pilkada membuat calon kepala daerah terbebani, hingga menggandeng sponsor atau investor politik. Kini, calon kepada daerah tanpa sponsor dan investor tidak bisa jadi.

"Kecuali, memiliki partai politik yang memiliki kekuatan untuk memenangkan dirinya,
Share:

0 comments:

Post a Comment

SELAMAT HARI PERS 2023 DPRD KOTA CILEGON

SELAMAT HARI PERS 2023 DPRD KOTA CILEGON

KONTAK MEDIA GROUP

KONTAK MEDIA GROUP

STRIMING TV

PORTO FOLIO WEBSITE Silakan Isi Data

HARI PERS 2023 DINAS PU KOTA CILEGON

HARI PERS 2023 DINAS PU KOTA CILEGON

SELAMAT HARI PERS 2023 DINAS PENDIDIKAN KOTA SERANG

SELAMAT HARI PERS 2023 DINAS PENDIDIKAN KOTA SERANG

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

SELAMAT HARI PERS 2023 PERKIM KOTA CILEGON

SELAMAT HARI PERS 2023  PERKIM KOTA CILEGON

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

SELAMAT HARI PERS 2023

SELAMAT HARI PERS 2023

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

RESOLUSI TAHUN 2023

RESOLUSI TAHUN 2023

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

Pancasila Sakti 2022

Pancasila Sakti  2022

PANCASILA ADALAH NKRI

PANCASILA ADALAH NKRI

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support