Monday 17 June 2024

Hakikat Rezeki bagi Seorang Muslim

 

 Oleh: H. Abu Hurairah Abdul Salam, Lc., MA (Direktur Pengembangan dan Kerjasama Filantropi ZISQ Masjid Istiqlal, Jakarta)

Setiap manusia di dunia akan mencari rezeki yang sudah disediakan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Kata rezeki ini yang sudah menjadi bahasa Indonesia adalah merupakan kata serapan dari al-Qur’an yang kita dapatkan salah satunya dalam QS. Al-Baqarah [2]: 60, yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing).

“Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.” (QS. Al-Baqarah [2]: 60)

Bahkan Allah subhanahu wata’ala sesungguhnya sudah menjamin bahwa setiap makhluk yang bernyawa akan mendapatkan rezekinya. Rezeki dalam makna yang luas, tidak semata-mata berupa materi. Kesehatan, karir, jabatan, kesempatan untuk ibadah hingga memiliki keluarga yang sakinah, istri dan anak-anak yang shaleh dan shalehah, semuanya itu adalah termasuk rezeki.

Allah Swt. berfirman dalam QS. Hud [11]: 6, yang artinya: “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud [11]: 6)

Sayangnya masih banyak manusia yang merasa gelisah, galau dan khawatir akan rezekinya. Sehingga tidak sedikit diantara mereka yang berlomba-lomba dalam mencari rezeki, bahkan sampai menghalalkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Makna Rezeki

Rezeki itu sesungguhnya adalah apa yang kita usahakan dan kita peroleh, lalu kita mampu memanfaatkannya. Jika kita bekerja kemudian dari hasil bekerja itu kita mendapatkan uang, maka uang yang diperoleh itu belum bisa dikatakan rezeki, jika kita belum atau tidak mampu memanfaatkannya.

Maka seorang yang berusaha di masa mudanya sehingga berhasil menjadi seorang yang kaya raya kemudian dia meninggal, maka sebagian hasil usahanya itu tidak dinamai rezeki, karena apa yang diwariskannya itu bukan rezeki dia, tapi itu adalah rezeki orang lain.

Begitu pula dengan penjahat, atau perampok misalnya. Dari hasil perbuatannya dia mendapatkan banyak uang. Nah, apakah uang dari hasil merampok itu layak untuk disebut rezeki? Sebagian ulama berpendapat bahwa rezeki itu hanya yang halal saja, kalau hasil dari merampok jelas tidak halal.

Namun banyak juga ulama yang berpendapat bahwa rezeki itu ada yang halal ada juga yang tidak halal, selama kita dapat memanfaatkannya maka itu adalah “rezeki.”

Soal halal atau tidaknya tinggal dilihat bagaimana cara perolehannya. Dalam konteks ini sayyidina Ali karramallahu wajhahu dalam salah satu Qasidahnya pernah berkata, yang maknanya: Bahwa orang yang paling menyesal di hari kemudian nanti adalah katakanlah dengan istilah kita sekarang ini, yaitu para “koruptor”.

Karena semasa hidupnya dia berusaha untuk mendapatkan uang sekian banyak dengan cara menyuap, menipu dan menyogok sana sini. Melakukan berbagai macam cara untuk mencari kelemahan-kelemahan aturan hukum, menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan, menghalalkan segala cara.

Ketika dia meninggal, uangnya diwariskan kepada ahli warisnya. Sementara ahli warisnya tidak tahu menahu, lalu disodaqahkan, diwaqafkan, disumbangkan untuk fakir miskin yang membutuhkan dan sebagainya.

Maka di akhirat nanti dia berkata: itu adalah harta yang saya usahakan tapi kenapa saya dapat dosanya, sementara ahli waris dia tidak usahakan tapi dia dapat pahala. Begitulah kira-kira penyesalan para koruptor nanti saat dimintai pertanggungjawaban atas amalannya di dunia.

Banyak kekeliruan pemahaman tentang rezeki, yang mendominasi pemikiran banyak orang, bahwa rezeki itu identik dengan uang yang sifatnya materi. Padahal jika dikaji rezeki itu jauh lebih luas dibandingkan materi.

Di dalam Al-Qur’an kata rezeki dengan berbagai jenis variannya disebutkan dan diulang sebanyak 123 kali, dan ketika dikaji masing-masing, ternyata makna rezeki itu tidak hanya terbatas pada sesuatu yang sifatnya materi.

Misalnya, si Fulan rezekinya lagi lancar, maka yang terlintas di pikiran terlintas semua adalah materi, perusahaan, uang, rumah, kendaraan dan lain-lain.

Jarang sekali kita mendengar ada yang berkata bahwa si fulan rezekinya lancar buktinya dia rajin ke masjid, rajin ibadah, rajin menghadiri taklim, dan pengajian.

Sebagian kita malah mengatakan itu kan ibadah, bukan bagian dari rezeki, padahal sesungguhnya ini adalah rezeki juga. Ibadah itu rezeki yang sifatnya non materi.

Ada Dua Jenis Rezeki

Lalu apa sesungguhnya yang dimaksud dengan rezeki itu? Kata para ulama, rezeki itu adalah karunia dari Allah Swt. “Rezeki itu karunia dari Allah.” Pertanyaannya, apakah karunia Allah itu hanya berupa uang, jabatan, rumah, makanan dan minuman saja? Tentu tidak.

Justru makanan, minuman, harta, kendaraan, rumah dan lain-lain itu Allah berikan kepada siapa saja yang dicintainya dan yang tidak dicintainya, yang disayang Allah maupun yang tidak disayang, semuanya diberi. Muslim non-muslim, orang beriman, orang kafir, orang munafik semua dikasih. Ini kalau rezeki yang sifatnya materi.

Tapi rezeki yang sifatnya non-material seperti keimanan, amal sholeh, ilmu yang manfaat, kenyamanan dalam ibadah,yang dikasih oleh Allah hanya manusia-manusia spesial yang disayang Allah, yaitu hamba-hambanya yang dicintai dan dikasihi-Nya.

Nah, kenapa terjadi pergeseran pemahaman kalau rezeki itu hanya terbatas pada uang? Kenapa bisa pemahaman seperti itu tertanam kuat dalam benak kaum muslimin? Ternyata faktor pemicunya ada dua. Ada yang internal dan ada yang eksternal. Ada faktor dari dalam dan ada faktor dari luar.

Faktor dari dalam atau internal disebabkan karena kita tidak mau memperdalam ilmu, malas membaca dan mengkaji Al-Qur’an, malas menghadiri majelis ilmu. Kalau kajian dan pengajiannya itu tidak lucu maka peserta pengajiannya pun sedikit, akhirnya terjadilah persaingan antara ustadz dan pelawak.

Yang kedua faktor eksternal, faktor luar. Harus diakui bahwa memang ada kelompok orang-orang yang tidak suka dengan Islam dan kaum muslimin. Kemudian mereka memasukkan pemahaman materialistis, yaitu segala sesuatu diukur dengan materi. Coba kita perhatikan film, sinetron, telenovela dan lain-lain ketika menggambarkan sosok orang yang sukses.

Cara menggambarkannya identik dengan memiliki dan mengendarai mobil yang mewah, rumah megah, barang bermerek, perhiasan mahal, uang tidak berseri.

Ilmu yang kita milikilah yang diharapkan dapat memberi pemahaman yang benar tentang rezeki. Rezeki itu mencakup materi dan non-materi, mencakup yang sifatnya duniawi dan ukhrawi, yang akan membuat kita lebih ridha dengan karunia dari Allah subhanahu wata’ala, dan akan membuat kita lebih bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala.

Sedangkan orang yang tidak berilmu, akan memiliki pemahaman yang sempit tentang rezeki. Di kepala dan pikirannya rezeki itu hanya “uang, uang dan uang”. Akibatnya dia akan sulit bersyukur pada Allah, karena segala sesuatu diukur dengan uang.

Sayyidina Ali Ibnu Abi Thalib radhiallahu anhu berkata: “Ada dua jenis rezeki. Rezeki yang mencarimu dan rezeki yang kamu cari. Rezeki yang mencarimu akan datang padamu sekalipun kamu dalam keadaan tidak berdaya. Adapun rezeki yang kamu cari, maka tidak akan datang padamu kecuali dengan usahamu. Yang pertama itu anugerah dari Allah, sedangkan yang kedua adalah keadilan dari Allah.”

Semoga Allah subhanahu wata’ala senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan atas rezeki yang kita ikhtiarkan. Karena itu, mari kita bersyukur sekecil apa pun bentuk rezeki yang dianugrahkan Allah pada kita. (***)

Share:

0 comments:

Post a Comment

Minat Klik - PT. Anugrah Cahaya Plafonpvc

UCAPAN IDUL ADHA 1445 H

UCAPAN IDUL ADHA 1445 H

HUT BYANGKARA ADHA PEMERINTAH BENGKULU

HUT BYANGKARA ADHA PEMERINTAH BENGKULU

BAPENDA BANTEN IDUL ADHA 1445 H

BAPENDA BANTEN IDUL ADHA 1445 H

PEMRINTAH BENGKULU HUT BENGKULU

PEMRINTAH BENGKULU HUT BENGKULU

IDUL ADHA 1445 H

IDUL ADHA 1445 H

DINAS PEMDIDIKAN KOTA SERANG

DINAS PEMDIDIKAN KOTA SERANG

PERKIM KOTA CILEGON IDUL ADHA 1445 H

PERKIM KOTA CILEGON IDUL ADHA 1445 H

BAPENDA PROVINSI BANTEN

BAPENDA PROVINSI BANTEN

IDUL ADHA 1445 H

IDUL ADHA 1445 H

Idul Adha 1445 H

Idul Adha 1445 H

Dinas Pendidikan Kota Serang ISRA MIRAJ 1445 h

Dinas Pendidikan Kota Serang ISRA MIRAJ 1445 h

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

BUMN PEDULI BANGSA

BUMN PEDULI BANGSA

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

IBU KOTA NUSANTARA

IBU KOTA NUSANTARA

KONTAK MEDIA GROUP

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

BAPENDA PROVINSI BANTEN HARI PERS 2024

PEMERINTAH BANYUWANGI

PEMERINTAH BANYUWANGI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

INFO CPNS DAN PPPK 2023 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

HARI KETERBUKAAN INFORMASI 2023

HARI KETERBUKAAN INFORMASI 2023

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

RESOLUSI TAHUN 2024

RESOLUSI TAHUN 2024

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

PEMERINTAH SUBANG JABAR

PEMERINTAH SUBANG JABAR

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

PEMERINTAH BIRIEUN ACEH

PEMERINTAH BIRIEUN ACEH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

PEMERINTAH JAWA TIMUR

PEMERINTAH JAWA TIMUR

PEMERINTAH JAWA TENGAH

PEMERINTAH JAWA TENGAH

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 78 2023

HUT RI KE 78 2023

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PEMERINTAH TANGERANG

PEMERINTAH TANGERANG

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support