< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Norwegia Sebut Pengakuan Negara Palestina Tonggak Sejarah

Sabtu, 01 Juni 2024 | Sabtu, Juni 01, 2024 WIB | Last Updated 2024-06-01T13:45:01Z

 

 Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide mengatakan pengakuan Norwegia pada negara Palestina merupakan pesan dukungan yang jelas pada “kekuatan moderat” di Palestina dan Israel. Norwegia, Spanyol dan Irlandia resmi negara Palestina.

“Selama 30 tahun lebih, Norwegia merupakan salah satu negara yang mengadvokasi negara Palestina. Pengakuan Norwegia bahwa Palestina adalah negara hari ini mewakili tonggak sejarah hubungan Norwegia-Palestina,” kata Eide dalam pernyataannya seperti dikutip dari Aljazirah, Selasa (28/05/24).

“Pengakuan Norwegia bahwa Palestina adalah negara merupakan pesan dukungan yang jelas kekuatan moderat di dua negara,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal Norwegian People’s Aid, Raymond Johansen, mengatakan dengan semakin banyak negara yang mengakui Palestina harapannya hal ini akan menekan Israel untuk menegosiasikan solusi.

“Saat ini masih sangat jauh dari negosiasi antara pihak-pihak (yang berkonflik) tapi (keputusan Norwegia mengakui Palestina) merupakan langkah ke arah yang tepat,” kata mantan Menteri Luar Negeri Norwegia itu.

Johansen menambahkan Amerika Serikat selalu merupakan sekutu dekat Israel. Bila Washington mengubah kebijakannya, kata Johansen, dan “memberikan tekanan pada Israel” maka proses perdamaian yang hampir mati akan mengalami perubahan.

“Namun tidak sebelum itu karena jelas pemerintah Israel sangat percaya diri dengan apa yang mereka lakukan, dengan mengatakan mereka akan ‘membersihkan’ segala. Sejauh ini mereka dapat terus melakukan karena perlawanan terhadap kebijakan mereka tidak cukup kuat,” kata Johansen.

“Kami sudah melihat semacam tsunami diplomasi pekan ini, tapi tidak akan berdampak pada pemerintah Israel dan (pasukan Israel) saat ini,” tambahnya.

Hingga Selasa, Palestina baru diakui 11 dari 27 negara anggota Uni Eropa (EU). Delapan negara, Bulgaria, Siprus, Republik Ceko, Hungaria, Malta, Polandia, Romania, dan Slovakia, sudah mengakui Palestina sejak 1988 sebelum bergabung ke EU. Swedia kemudian mengakui Palestina pada 2014.

Pekan ini, negara anggota EU Spanyol dan Irlandia, serta Norwegia yang bukan negara anggota EU, resmi mengakui negara Palestina.

Ahad (25/5/2024) lalu, serangan roket Israel ke kamp pengungsi di Kota Rafah menewaskan sekurangnya 40 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (27/5/2024) menyebut serangan udara ke kamp pengungsi tersebut sebagai “insiden tragis” serta berjanji akan menyelidiki hal tersebut. Padahal, pihak militer Israel menyebut senjata yang mereka gunakan adalah senjata “presisi”.

Di lokasi terpisah, Amerika Serikat mendesak Israel untuk melakukan penyelidikan internal setelah Tel Aviv melancarkan serangan udara mematikan di kamp pengungsi di Rafah akhir pekan lalu, yang menewaskan dan melukai puluhan warga sipil Palestina.


 

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller mengatakan Amerika Serikat segera menghubungi Israel ketika berita mengenai serangan itu tersiar untuk mengungkapkan keprihatinan mendalam atas apa yang terjadi, meminta informasi lebih lanjut, dan mendesak Tel Aviv untuk melakukan penyelidikan penuh.

Miller mengatakan Amerika Serikat juga telah mencatat klaim Israel bahwa insiden itu mungkin disebabkan oleh serangan terhadap gudang amunisi kelompok pejuang Palestina, Hamas.

“Tidak jelas bagi saya apakah mereka benar-benar mengetahuinya, tetapi mereka perlu mencari tahu, mereka perlu melakukan penyelidikan. Kami akan menunggu penyelidikan tersebut dan menekan mereka untuk memastikan bahwa hasil penyelidikan disajikan secara terbuka dan secara transparan kepada kami dan dunia,” kata dia kepada wartawan, Selasa (28/05/24).

Meskipun menuntut penyelidikan internal ke Israel, Miller menegaskan bahwa tidak ada perubahan kebijakan Amerika Serikat terhadap konflik Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

Militer Israel merangsek masuk Kota Rafah pada 7 Mei, tujuh bulan setelah melancarkan agresi besar-besaran ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 sehingga menyebabkan eskalasi konflik terbesar di kawasan tersebut dalam beberapa dasawarsa.

Kabinet Israel bertekad untuk terus melanjutkan serangan di Rafah hingga seluruh pejuang Hamas Palestina “musnah”.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update