< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Awas Hati Hati*Kurang Empati pada Orang Lain Bisa Jadi Gangguan Narsistik *

Kamis, 04 Juli 2024 | Kamis, Juli 04, 2024 WIB | Last Updated 2024-07-04T16:30:09Z

 


  JAKARTA ( KONTAK BANTEN  Empati adalah kemampuan untuk memahami perspektif atau pandangan dari orang lain, seolah-olah kamu menempatkan diri sendiri pada posisi orang lain dan merasakan apa yang orang lain rasakan. Kemampuan ini sebenarnya sangat diperlukan dalam berhubungan dengan orang lain. Sayangnya, orang dengan  Gangguan Narsistik ganguan kepribadian  cenderung tidak memiliki empati terhadap orang lain. Itulah mengapa pengidap narsistik sering mengalami masalah dalam pekerjaan maupun lingkungan sosial. 

Kurangnya rasa empati terhadap orang lain menjadi salah satu ciri khas pengidap gangguan kepribadian narsistik. Orang dengan gangguan mental ini akan mengacuhkan maupun mengabaikan kebutuhan orang lain. Mereka sering

Tidak Mampu atau Tidak Mau Berempati?

American Psychiatric Association menjelaskan alasan mengapa seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik cenderung kurang berempati pada orang lain. Sebenarnya, enggan berempati terhadap orang lain bukan berarti mereka tidak mampu berempati. Nah, pengidap masalah mental ini dinilai memiliki kapasitas untuk berempati, tetapi tidak responsif secara empati.

Fungsi kognitif yang diperlukan untuk Empati  seperti kemampuan untuk bermain peran atau mengambil perspektif orang lain terjadi di lokasi otak yang berbeda dari aspek emosional empati, yaitu kepekaan terhadap apa yang dirasakan orang lain. Entah apakah seseorang memiliki gangguan narsistik atau tidak, otak tetap akan mensimulasikan perasaan orang lain di sekitar. Kemampuan untuk secara tidak sadar meniru perasaan orang lain memungkinkan untuk merekonstruksi dalam diri kita apa yang mungkin dialami orang lain.

Ada hubungan antara narsisme dan kurangnya empati secara emosional. Namun, orang dengan gangguan narsistik sebenarnya dapat mengenali dan bereaksi terhadap penderitaan orang lain, bahkan bila mereka memilih untuk mengabaikan kesusahan orang tersebut sekalipun.

Mengapa Orang Narsistik Enggan Berempati?

Lalu, mengapa orang dengan gangguan narsistik enggan menunjukkan empati? Ternyata, menurut ulasan dari Psychology Today, pengidap gangguan narsistik enggan menunjukkan rasa empati karena takut hal tersebut dianggap sebagai salah satu kelemahan. Jadi, sebagai bentuk perlindungan diri, mereka lantas tidak menunjukkan rasa empati.

Namun, ketika pengidap merasa bahwa mereka dapat mempercayai kamu, mereka akan terbuka dan menjadi lebih lembut. Ketika mereka merasa cukup aman untuk menunjukkan sisi lemah mereka di hadapanmu, mereka akan menunjukkan rasa empati yang dianggap sebagai salah satu kekurangan diri.Jadi, bukan tanpa alasan mengapa orang dengan gangguan narsistik cenderung enggan menunjukkan rasa empati mereka. Apabila kondisi ini sedang kamu alami, jangan takut untuk bercerita pada ahlinya sehingga kamu bisa segera mendapatkan penanganan.

 

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update