< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

JK Hadiri Pemakaman Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh

Senin, 05 Agustus 2024 | Senin, Agustus 05, 2024 WIB | Last Updated 2024-08-05T10:33:12Z

 

Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla saat hendak bertolak menuju Doha, Qatar, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (1/8/2024). FOTO/istimewa

 JAKARTA ( KONTAK BANTEN   Wakil Presiden ke-10 dan 12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), bertolak ke Doha, Qatar, pada Kamis (1/7/2024). Ia datang untuk melayat pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.JK didampingi eks Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin terbang menggunakan pesawat komersil. JK mengaku kegiatan melayat Ismail sebagai upaya memenuhi harapan rakyat Palestina.

"Ini memenuhi harapan agar mengirimkan delegasi Indonesia ke sana dan kami diundang meghadiri pemakaman almarhum Ismail Haniyeh," kata JK dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (1/8/2024).

Untuk diketahui, doa pemakaman Ismail Haniyeh akan diadakan di Teheran pada Kamis pukul 08.00 waktu Iran. Jenazah Haniyeh akan dibawa ke Doha usai dishalatkan.

Salat jenazah terhadap Haniyeh akan diadakan di Masjid Imam Muhammad Ibn Abdul Wahhab di Doha, Qatar setelah shalat Jumat, Jumat (2/8/2024) waktu setempat. Selanjutnya, Haniyeh akan dimakamkan di Lusail.

Pemimpin tertinggi Hamas, Ismail Haniyeh meninggal dunia akibat terbunuh di Iran pada Rabu (31/7/2024) waktu setempat. Dikutip dari New York Times, Hamas menyalahkan Israel akibat pembunuhan Ismail tersebut. Haniyeh tidak sendiri, sejumlah pengawalnya ikut meninggal di tempat akibat pembunuhan tersebut.

Dikutip dari situs resmi Hamas, hamasinfo.info, diungkapkan bahwa Ismail merupakan petinggi Hamas yang sedang berada di pengasingan di Qatar dan melakukan kunjungan ke Iran dalam rangka menghadiri pelantikan presiden terpilih.

Sebelum kematian Ismail terjadi, pihak Israel melakukan serangan militer ke Lebanon, tepatnya di wilayah Selatan. Serangan tersebut dianggap Iran sebagai deklarasi perang dengan negara mereka.

Kehadiran Ismail di Iran diduga sebagai bentuk aksi mencari sokongan kekuatan untuk melawan Israel. Menurut analisa New York Times, Lebanon merupakan negara proksi dari Iran, sehingga apabila negara itu diserang menjadi serangan yang sama kepada Iran.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update