< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pilu! Petani di Lebak Mengalami Kerugian Besar Akibat Serangan Hama Tikus

Sabtu, 16 Agustus 2025 | Sabtu, Agustus 16, 2025 WIB | Last Updated 2025-08-16T03:13:47Z

Petani Tunjukan Tikus


LEBAK KONTAK BANTEN  Serangan hama tikus kembali menghantui para petani di Kabupaten Lebak. Belasan petak sawah yang berada di lahan seluas tiga hektare terdampak parah akibat serangan hewan pengerat tersebut pada Rabu 13 Agustus 2025.

Tanaman padi yang sudah mendekati masa panen habis dimakan tikus, sehingga para petani terancam gagal panen.

Kondisi ini membuat sebagian petani mengalami kerugian yang tidak sedikit. Selain kehilangan hasil panen, mereka juga harus menanggung biaya tanam yang sudah dikeluarkan sejak awal musim. Beberapa petani bahkan terpaksa meminjam modal tambahan untuk bisa kembali menanam di musim berikutnya.

Emah (54), salah satu petani yang sawahnya terdampak, mengaku pasrah menghadapi situasi ini. Dari lahan yang ia garap, sebagian besar tanaman padinya sudah habis dimakan tikus.

“Hampir setengahnya hilang, padahal sebentar lagi panen,” ucapnya Jumat 15 Agustus 2025.

Ia mengatakan bahwa serangan tikus kali ini lebih parah dibanding musim-musim sebelumnya. Meski sudah memasang perangkap dan melakukan pembersihan bersama warga, hasilnya belum maksimal.

“Sepertinya tikusnya sudah kebal, susah sekali dibasmi,” katanya.

Emah juga khawatir jika kerusakan ini membuatnya tidak mampu mengembalikan modal tanam. “Modalnya dari pinjaman, kalau panen gagal ya makin berat buat bayar. Mau gimana lagi, ini sudah kehendak Allah,” ujarnya pasrah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Rahmat, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dan segera melakukan pendataan, melalui Pengendali Orgasme Penganggu Tumbuhan (POPT) Distan Banten, kerusakan akan diidentifikasi secara rinci, termasuk luas lahan dan tingkat kerusakan.

“Pendataan ini penting supaya kita punya data akurat yang bisa dilaporkan ke Distan Banten. Dari situ nanti akan ada langkah tindak lanjut,” jelas Rahmat.

Rahmat menegaskan bahwa laporan dari POPT akan menjadi dasar untuk mengajukan bantuan kepada petani terdampak. “Kami akan upayakan agar bantuan bisa segera turun sebelum musim tanam berikutnya,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para petani untuk tetap melakukan upaya pengendalian hama secara terpadu, termasuk gropyokan massal yang melibatkan kelompok tani. Menurutnya, penanganan hama tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri karena populasi tikus cepat menyebar.

“Kalau petani bekerja sama, peluang menekan jumlah tikus akan lebih besar. Kami siap mendampingi dan memberikan arahan teknis,” ujar Rahmat.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update