JAKARTA KONTAK BANTEN PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghadirkan akses transportasi laut baru bagi masyarakat kepulauan melalui pengoperasian lintasan penyeberangan Banggai–Paisulamo–Dungkean. Lintasan perintis ini mulai beroperasi sejak Selasa (13/1/2026) dan diharapkan memperkuat mobilitas warga sekaligus mendukung pergerakan logistik antarpulau di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah.
Penyeberangan tersebut dilayani oleh KMP Teluk Tolo dengan jadwal teratur. Kehadiran lintasan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dirasakan masyarakat, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal seperti perikanan, pertanian, dan pariwisata.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menegaskan bahwa pengoperasian lintasan perintis ini merupakan bagian dari peran ASDP dalam memastikan konektivitas wilayah kepulauan tetap terjaga.
“Lintasan perintis ini kami operasikan untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik berjalan seimbang. Akses yang terbuka akan mempercepat pergerakan orang, memperlancar pengiriman hasil produksi, serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat setempat,” ujar Heru.
Dukungan juga disampaikan oleh Wakil Bupati Banggai Laut, Ablit H. Iyas. Ia menilai kehadiran penyeberangan terjadwal sangat penting bagi masyarakat kepulauan yang selama ini bergantung pada sarana transportasi terbatas.
“Keberadaan lintasan penyeberangan ini sangat membantu masyarakat. Selain memudahkan mobilitas warga, layanan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banggai Laut,” ungkap Ablit.
Pada tahap awal operasional, lintasan Banggai–Paisulamo–Dungkean beroperasi dua kali dalam sepekan, setiap Selasa dan Kamis. Kapal berangkat dari Pelabuhan Banggai pada pagi hari dan kembali pada sore hari, sehingga memberikan kepastian waktu perjalanan bagi penumpang maupun pengangkutan barang.
KMP Teluk Tolo memiliki kapasitas angkut penumpang dan kendaraan yang memadai untuk mendukung distribusi kebutuhan pokok serta hasil pertanian dan perikanan. Dengan kapasitas tersebut, lintasan ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan potensi pariwisata daerah.







0 comments:
Post a Comment