![]() |
KOTA CILEGON KONTAK BANTEN Banjir akibat bencana hidrometeorologi merendam permukiman warga di Perumahan PCI Blok D, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Minggu (11/1/2025). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, ketinggian air di titik terdalam mencapai sekitar 80 sentimeter. Banjir disebabkan tingginya debit air sungai yang diperparah dengan kiriman air dari wilayah Mancak, Kabupaten Serang, sehingga air meluap ke permukiman warga.
Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan warga terdampak.
“Begitu menerima laporan, tim BPBD langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan. Banjir dipicu hujan dengan intensitas cukup tinggi serta kiriman air dari wilayah hulu,” kata Suhendi.
Ia menjelaskan, total warga terdampak mencapai ratusan jiwa yang tersebar di beberapa RT dan RW di wilayah tersebut. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.
“Total terdampak sebanyak 108 kepala keluarga atau sekitar 430 jiwa. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan warga masih bertahan di rumah masing-masing,” ujarnya.
Adapun wilayah terdampak meliputi RT 06 RW 04 sebanyak 66 KK atau 264 jiwa, RT 06 RW 05 sebanyak 5 KK atau 19 jiwa, RT 03 RW 05 sebanyak 17 KK atau 67 jiwa, RT 01 RW 04 sebanyak 15 KK atau 60 jiwa, serta RT 07 RW 04 sebanyak 5 KK atau 20 jiwa.
Suhendi menambahkan, kebutuhan mendesak saat kejadian adalah alat penyedot air untuk mempercepat surutnya genangan di kawasan permukiman warga.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat penyedot air. Kami juga terus berkoordinasi dengan unsur masyarakat untuk penanganan lanjutan,” jelasnya.Berdasarkan laporan terkini, pada pukul 21.00 WIB air dilaporkan mulai surut dan kondisi lingkungan berangsur normal. BPBD Kota Cilegon bersama masyarakat tetap siaga dan mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.







0 comments:
Post a Comment