Hal itu diungkapkan Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Bandung. Dioa menjelaskan jenazah yang dievakuasi telah diserahkan Tim SAR Gabungan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) pencarian korban longsor Cisarua Bandung Barat.
“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak empat jenazah, sehingga total korban yang diserahkan berjumlah 29 sejak pertama kali operasi SAR dilaksanakan,” kata Syafii, Senin (26/1).
Syafii menyampaikan, total 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan proses lainnya masih terus berlangsung oleh aparat kepolisian.
“Untuk jumlah korban yang telah teridentifikasi, kewenangan secara hukum berada pada pihak Polri. Informasi terakhir yang saya terima, 17 korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga,” tambahnya.
Proses pencarian dan evakuasi korban longsor Cisarua Bandung Barat saat ini masih terus berlangsung dengan mengerahkan personel gabungan, serta sembilan alat berat di sejumlah titik terdampak.
Upaya pencarian juga diperkuat dengan dukungan unsur udara, untuk menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur darat.
“Untuk unsur udara, hari ini dioperasikan tiga pesawat helikopter, masing-masing dari TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, dan TNI Angkatan Laut. Selain itu drone juga dioperasikan,” ujar Syafii.
Menurutnya, keterbatasan akses jalan menuju lokasi longsor menjadi salah satu hambatan proses evakuasi.
“Hari ini dan sejak kemarin alat berat sudah dapat dikerahkan. Namun karena keterbatasan ruang jalan, hanya alat berat berukuran kecil dan sedang yang dapat dioperasikan,” ucapnya.
Syafii menerangkan, longsor di wilayah Cisarua memiliki skala yang cukup besar dan kompleks, sehingga menyulitkan proses pencarian korban di lapangan, dengan perkiraan panjang lidah longsor mencapai 2.009 meter dan lebar 140 meter.
“Berdasarkan pengukuran, diketahui terdapat dua mahkota longsor. Panjang dari mahkota hingga lidah longsoran diperkirakan mencapai 2.009 meter, dengan lebar terluas sekitar 140 meter. Namun angka ini bersifat perkiraan karena longsoran melebar ke kiri dan kanan,” jelasnya.
Pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan akan terus disesuaikan dengan hasil evaluasi serta kondisi di lapangan, termasuk aspek keselamatan personel.
“Operasi SAR akan dievaluasi pada hari ketujuh. Namun, pemerintah daerah melalui BPBD telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari,” pungkas Syafii.






0 comments:
Post a Comment