KAB SERANG KONTAK BANTEN – Sebanyak 22 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Serang, terendam banjir. Dari jumlah tersebut, ada satu sekolah yaitu SDN Koper 1 di Kecamatan Cikande, terendam banjir hingga 2 Minggu.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SDN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Abidin Nasyar mengatakan, meskipun banyak sekolah yang terendam banjir pihaknya tetap memberikan hak kepada anak – anak untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Namun proses KBM tersebut tidak dilakukan di sekolah seperti biasa, melainkan di rumah rumah warga yang tidak terdampak banjir atau melalui daring.
“Jadi hak mereka untuk belajar, tetap kita berikan, meskipun sistem daring atau di rumah warga,” kata Abidin, Kamis (29/1/2026).
Abidin menuturkan, berdasarkan laporan yang diterimanya ada sebanyak 22 sekolah yang terdampak banjir. Namun yang paling parah adalah SDN Koper 1 di Kecamatan Cikande sudah dua minggu terendam banjir.
“Posisi sekolahnya berada di pinggir kali Cidurian, sehingga ketika luapan kali Cidurian pasti meluap. Nah ini insya Allah setelah pasca banjir kota lihat sekolah ada retakan atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, SDN Songgom Jaya juga selama satu Minggu terendam banjir. Karena posisi sekolah sama dekat sawah dan pinggir kali Cidurian.
Melihat kondisi tersebut, Abidin pun mengaku akan coba mengkaji apakah perlu direlokasi atau tidak. Karena memang di sekolah tersebut muridnya lumayan banyak seperti di SDN Koper 1 saja hampir 200 lebih.
Kemudian Abidin juga mengaku saat ini dirinya tengah mengidentifikasi sekolah sekolah yang rusak akibat bencana. Katanya jika ada yang rusak maka akan diajukan melalui dana tak terduga.
“Sekarang sedang kita data, dan kita cek,” tuturnya.
Sementara, berdasarkan data yang dirilis oleh Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, bencana hidrometeorologi melanda 27 kecamatan. Dari jumlah tersebut sebanyak 23 kecamatan yang tersebar di 59 Desa terendam banjir. 9 Kecamatan dilanda angin kencang dan 8 kecamatan dilanda longsor atau pergerakan tanah.







0 comments:
Post a Comment