TANGSEL KONTAK BANTEN Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerjunkan lebih dari 140 personel untuk mendampingi penanganan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Tim tersebut akan disebar di tujuh kecamatan untuk membantu pengelolaan sampah dari tingkat wilayah hingga masyarakat.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan pendampingan ini merupakan komitmen langsung dari Menteri Lingkungan Hidup serta arahan Gubernur Banten dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Tangsel, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang.
“Mereka nanti akan menempatkan personel di tujuh kecamatan dari kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu memfasilitasi pembentukan bank sampah misalnya, mencatat, mendokumentasikan TPS3R, titik-titik kritis soal sampah di tiap wilayah seperti itu. Nanti untuk kemudian hasilnya, diambil langkah-langkah berikutnya ke depan harus seperti apa,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, setiap kecamatan akan mendapatkan puluhan personel pendamping yang nantinya menyebar hingga ke tingkat kelurahan, RT, dan RW. Para pendamping akan bekerja bersama perangkat daerah untuk memantau progres pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.
Kata dia, pendampingan ini juga menitikberatkan pada pengelolaan sampah di tingkat hulu, yakni di lingkungan masyarakat. Saat ini, Tangsel baru memiliki sekitar 54 TPS3R, dengan yang aktif hanya sekitar 36 unit.
“Yang pertama penanganan pengelolaan sampah di tingkat hulu, di tingkat masyarakat. Bank sampahnya, TPS3R nya dibentuk. Ditargetkan kalau sekarang baru ada 54 dari semua ini, dan aktifnya hanya 36 kalau nggak salah, itu ditingkatkan lagi nanti,” paparnya.
Selain di hulu, Pemkot Tangsel juga akan mempercepat penyelesaian pengelolaan sampah di hilir, termasuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Untuk itu, Benyamin memberikan keleluasaan anggaran kepada dinas teknis terkait.
Benyamin mengungkapkan, hampir seluruh wilayah Tangsel saat ini masuk kategori rawan persoalan sampah. Namun, beberapa kecamatan tercatat memiliki tingkat timbulan sampah yang cukup tinggi.“Hampir semua kali ya. Ciputat, Ciputat Timur, kemudian Serpong, iya. Kritis timbulan sampahnya banyak di luar. Di bawah itu ya Pamulang, Pondok Aren, Serpong Utara. Tiga tertinggi tadi, Ciputat Timur, Ciputat sama Serpong ini cukup kritis lah penanganan sampahnya,” jelasnya







0 comments:
Post a Comment