Latkatpuan yang digelar di Aula Ditreskrimum Polda Banten, Kota Serang, Jumat, difokuskan pada peningkatan kemampuan pengelolaan informasi publik, pemanfaatan media sosial, serta penguatan strategi komunikasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah derasnya arus informasi digital.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa peran Humas Polri memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pembentuk citra institusi sekaligus penyedia informasi publik.
Menurutnya, profesionalitas kehumasan di tingkat Polda dan Polres menjadi faktor penting dalam mendukung tugas kepolisian yang bermuara pada meningkatnya kepercayaan masyarakat.
“Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kehumasan Polda Banten dan Polres jajaran ini memiliki makna strategis, karena peran Humas Polri, termasuk pengelolaan media sosial, merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen Humas Polri dalam menjadi garda terdepan pembentuk citra institusi, sekaligus sebagai penyedia informasi publik yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hengki.
Ia menjelaskan, besarnya ruang digital menuntut Polri untuk semakin adaptif dalam mengelola komunikasi publik.
Berdasarkan data We Are Social Oktober 2025, Indonesia memiliki 230 juta pengguna internet dan 180 juta pengguna media sosial, yang menjadikan ruang digital sebagai arena utama pembentukan opini publik.
“Perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat menuntut fungsi kehumasan Polri untuk terus beradaptasi dengan memperkuat sistem informasi, sistem komunikasi, serta manajemen kerja yang modern, terintegrasi, dan responsif terhadap dinamika masyarakat,” katanya.
Kapolda Banten juga menyoroti tantangan kebebasan pers dan derasnya arus informasi di era reformasi yang tidak selalu diiringi dengan akurasi dan objektivitas. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi peluang strategis bagi Humas Polri untuk menghadirkan informasi yang benar sekaligus edukatif.Di era reformasi dan kebebasan pers, arus informasi bergerak sangat cepat namun tidak selalu objektif dan akurat. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang strategis bagi Polri, khususnya fungsi kehumasan, untuk aktif menyampaikan informasi yang benar, edukatif, dan membangun kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan budaya bermedia sosial yang sehat di internal Polri melalui prinsip kehati-hatian sebelum menyebarkan informasi, terutama untuk merespons tingginya potensi hoaks dan opini publik yang subyektif.
Melalui pelatihan yang menghadirkan narasumber praktisi konten kreatif dan desain grafis, Polda Banten berharap kemampuan teknis dan strategis personel humas dapat diterapkan secara konkret dalam pelaksanaan tugas sehari-hari guna mewujudkan Humas Polri yang profesional, objektif, responsif, dan dipercaya masyarakat.







0 comments:
Post a Comment