KAB TANGERANG KONTAK BANTEN - Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Tangerang, Banten Intan Nurul Hikmah menyampaikan belasungkawa dan duka mendalam atas gugurnya pilot senior pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).
Pilot pesawat ATR atas nama Capt. Andy Dahananto, warga Perumahan PWS, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten ini gugur bersama dengan enam kru pesawat, yakni copilot Muhammad Farhan Gunawan, kru pesawat Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther Aprilita dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar.
"Kami berduka atas berpulangnya Kapten Andy Dahananto, putra daerah Kabupaten Tangerang yang mengabdikan hidupnya pada profesi yang penuh tanggung jawab," kata Wabup Tangerang Intan di Tangerang, Senin.Intan mendoakan agar putra terbaik bangsa tersebut dipanggil Allah SWT dalam keadaan husnul khotimah, karena gugur saat menjalankan tugas.
Ia berharap kepada keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan kuat dalam menjalani cobaan tersebut.
"Kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini," katanya.
Menurutnya, kepergian korban bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah, akan hadir untuk menyampaikan empati serta dukungan moral bagi pihak keluarga yang tengah berduka.
Ia berharap proses penanganan di lapangan, termasuk pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban dapat berjalan cepat dan optimal oleh seluruh unsur yang terlibat.Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi perhatian bersama terkait pentingnya penguatan aspek keselamatan transportasi udara.
"Pemkab Tangerang mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan para korban serta memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak atas musibah tersebut," kata dia.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel saat hendak mendarat di Bandara HasanuddinHari kedua operasi SAR, sejumlah serpihan pesawat serta satu jenazah korban yang belum teridentifikasi identitasnya telah ditemukan tim SAR Gabungan di gunung tersebut dalam operasi SAR.
Pesawat ini ditumpangi 10 orang, tujuh orang kru pesawat dan tiga orang penumpang POB (persons on board). Ketiganya diketahui pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Masing-masing Ferry Irawan, Deden Mulyana dan Yoga Naufal.
Sedangkan kru pesawat ada tujuh orang, dengan pilot Captain Andi Dahananto, copilot Muhammad Farhan Gunawan, kru pesawat Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther Aprilita.







0 comments:
Post a Comment