KOTA SERANG KONTAK BANTEN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang,
Nanang Saefudin, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di
lingkungan Pemerintah Kota Serang terus bekerja cepat untuk mengimbangi
gaya kepemimpinan Wali Kota Serang dan Wakil Budi Rustandi dan Nur Agis
Aulia. Ia mengibaratkan, pasangan Budi-Agis seperti kendaraan besar
dengan kapasitas mesin 500 cc, sehingga ASN Pemkot Serang perlu untuk
“di-oversize” agar mampu mengikuti ritme kerja keduanya.
Demikian hal tersebut disampaikan Nanang saat mengawali
sambutannya pada acara peresmian kawasan Royal Baroe sekaligus
memperingati satu tahun kepemimpinan Budi-Agis di Pasar Royal, Jumat
(20/2/2026).
Dalam sambutannya, Nanang menggunakan
analogi kendaraan bermotor untuk menggambarkan pola kepemimpinan
pasangan kepala daerah tersebut. Menurutnya, gaya kepemimpinan Budi-Agis
layaknya motor berkapasitas mesin besar, sehingga membutuhkan kesiapan
seluruh perangkat daerah agar tidak tertinggal dalam pelaksanaan program
pembangunan.
“Gaya kepemimpinan Pak Budi dan Pak Agis
ini ibarat motor dengan volume mesin besar, sekitar 500 CC. Maka kita
sebagai ASN harus ikut mengimbangi kecepatannya,” ujar Nanang.
Ia
menambahkan, istilah “oversize” yang dimaksud bukan hanya dalam konteks
peningkatan beban kerja, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya
manusia, kecepatan pengambilan keputusan, serta kemampuan beradaptasi
terhadap perubahan.
Perubahan Terlihat dalam Satu Tahun
Nanang menilai, selama satu tahun kepemimpinan Budi-Agis, berbagai perubahan di Kota Serang mulai terlihat secara nyata. Penataan kawasan perkotaan, percepatan pembangunan infrastruktur, hingga penertiban aliran sungai menjadi beberapa langkah strategis yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.
Nanang menilai, selama satu tahun kepemimpinan Budi-Agis, berbagai perubahan di Kota Serang mulai terlihat secara nyata. Penataan kawasan perkotaan, percepatan pembangunan infrastruktur, hingga penertiban aliran sungai menjadi beberapa langkah strategis yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.
Menurutnya, percepatan
tersebut menunjukkan adanya komitmen kuat dari kepala daerah untuk
mendorong transformasi tata kelola kota yang lebih modern dan tertata.
“Kecepatan
dalam memimpin sangat terasa dan dapat dilihat oleh semua pihak. Dalam
satu tahun ini sudah banyak perubahan, mulai dari penataan kota hingga
normalisasi sungai. Semua itu dilakukan demi kepentingan masyarakat
secara luas,” katanya.
Nanang juga menilai bahwa
keberanian dalam mengambil keputusan menjadi salah satu ciri
kepemimpinan Budi-Agis, terutama dalam mengeksekusi program prioritas
yang harus dilakukan.
ASN Diminta Tingkatkan Profesionalisme
Sebagai
pimpinan tertinggi ASN di lingkungan Pemkot Serang, Nanang menekankan
pentingnya peningkatan profesionalisme aparatur. Ia meminta seluruh
organisasi perangkat daerah (OPD) mampu menerjemahkan visi dan misi
kepala daerah ke dalam program kerja yang konkret serta terukur.
Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan akan berjalan maksimal dengan dukungan kinerja aparatur yang solid.
Nanang juga mengapresiasi komitmen Budi-Agis dalam mendorong reformasi birokrasi serta percepatan pembangunan daerah.
Momentum Evaluasi dan Akselerasi Pembangunan
Peringatan
satu tahun kepemimpinan Budi-Agis yang dirangkaikan dengan peresmian
kawasan Royal Baroe disebut Nanang sebagai momentum evaluasi sekaligus
akselerasi pembangunan. Ia berharap seluruh ASN mampu menjaga semangat
kerja cepat namun tetap akurat dan terukur.
Dengan ritme
kerja yang semakin tinggi, Nanang optimistis Kota Serang akan mengalami
perubahan signifikan dalam beberapa tahun ke depan, terutama dalam
aspek penataan kota, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan
pelayanan publik.

.gif)