Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengatakan perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi puasa. Kebijakan ini bertujuan agar program tetap berjalan efektif tanpa mengurangi nilai manfaatnya. Hal itu disampaikan Amir Hamzah di Rangkasbitung, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia menegaskan Pemkab Lebak berkomitmen menjaga keberlangsungan program pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. “Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sebagaimana mestinya selama bulan puasa. Hanya saja, ada penyesuaian jadwal dan menu agar sesuai dengan kondisi Ramadan,” ujar Amir.
Menurutnya, selama Ramadan menu yang diberikan akan berupa makanan kering. Di antaranya susu kotak, roti, telur, dan buah yang dinilai praktis serta tetap memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. “Selama puasa, kita berikan makanan kering seperti susu kotak, roti, telur, dan buah. Ini agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa,” katanya.
Amir menjelaskan, perubahan tersebut telah melalui pembahasan bersama sejumlah pihak. Keputusan diambil dalam rapat koordinasi yang digelar pekan lalu. Rapat koordinasi itu melibatkan Pemerintah Kabupaten Lebak, DPRD Lebak, serta Badan Gizi Nasional wilayah Kabupaten Lebak.
Pertemuan berlangsung di gedung wakil rakyat dan menghasilkan kesepakatan bersama.
“Perubahan ini sudah kita sepakati bersama antara Pemkab Lebak, DPRD, dan Badan Gizi Nasional wilayah Kabupaten Lebak dalam rapat koordinasi pekan lalu,” ujarnya.
Selain perubahan menu, penyesuaian juga dilakukan pada jadwal pendistribusian MBG. Jika sebelumnya makanan dibagikan pada pagi atau siang hari, selama Ramadan akan diberikan pada sore hari. Pembagian makanan akan dilakukan menjelang waktu berbuka puasa.
Dengan demikian, para penerima manfaat dapat langsung mengonsumsinya saat berbuka.
“Jadwal pemberian MBG selama puasa kita ubah menjadi sore hari atau menjelang berbuka, sehingga dapat dimanfaatkan langsung untuk berbuka puasa,” ucap Amir.
Ia berharap dengan adanya penyesuaian tersebut, program MBG tetap optimal dalam mendukung pemenuhan gizi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kabupaten Lebak. Pemkab Lebak juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi selama pelaksanaan Ramadan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.







0 Post a Comment:
Post a Comment