Pandeglang KONTAK BANTEN Sejumlah petani di Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasok sekitar tiga ton timun suri per hari ke wilayah DKI Jakarta.
"Kami sehari memasok buah kuning berwarna emas (timun suri) itu ke Jakarta rata-rata mencapai tiga ton per hari," kata Rohim, seorang bandar timun suri di Pandeglang, Minggu.
Produksi timun suri di wilayah Jiput Pandeglang setiap bulan suci Ramadhan menjadi andalan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, petani menanam buah puan atau timun suri dua bulan sebelum Ramadhan dan panen pada awal puasa hingga menjelang Lebaran.
Produksi timun suri untuk seluas empat petak sawah bisa menghasilkan sebanyak satu ton dan diperkirakan dapat panen hingga puluhan hektare.
Rohim mengatakan selama 14 tahun terakhir telah menjadi pedagang timun suri, memasoknya ke sejumlah pasar di Jakarta, seperti Kebayoran, Palmerah hingga Pasar Minggu.
"Kami menampung produksi timun suri langsung dari petani dengan harga Rp4.000 per kilogram (kg)," katanya menjelaskan.
Sanukri, seorang petani timun suri di kecamatan tersebut
mengaku dirinya memanen timun suri dari hasil tanam Desember 2025 dan
panen Februari 2026, bertepatan dengan bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Produksi ketimun suri tersebut dipasok ke luar daerah melalui pengempul atau tangkulak yang membeli langsung di lahan pertanian. Mereka para penampung ketimun suri itu membeli ke petani Rp4.000-Rp5.000 per kg tergantung besar kecilnya.
"Kami panen timun suri seluas 12 petak sawah, diperkirakan tiga ton," katanya.
Ia mengatakan hasil budi daya tanaman timun suri relatif membantu pendapatan ekonomi keluarga. Keuntungan pengembangan tanaman buah khas bulan Ramadhan itu mencapai Rp12 juta di lahan 12 petak sawah.
"Kami berharap hasil panen timun suri dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga," ujar dia.
Begitu pula dengan Emed, seorang petani timun suri lainnya dari Jiput mengaku memanen timun suri untuk dipasok ke wilayah Tangerang dan Jakarta.
Musim panen tahun 2026, menurut dia, relatif bagus karena didukung curah hujan dari Desember 2025 sampai awal Februari 2026.
"Kami panen timun suri ditampung oleh pengepul," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Nuridawati mengatakan petani di daerah tersebut sudah terbiasa menanam timun suri menjelang Ramadhan.
Sebab, menurut dia, permintaan timun suri dari daerahnya cukup tinggi. Itu karena buahnya memiliki keunggulan, selain rasanya yang pulen dan beraroma, daging buahnya tebal.

.gif)