JAKARTA KONTAK BANTEN Bekasi — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengungkapkan masih ada sekitar enam hingga tujuh penumpang yang terjebak di dalam gerbong KRL pasca kecelakaan dengan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby pada Selasa dini hari, saat proses evakuasi masih berlangsung di lokasi kejadian.
Kronologi dan Kondisi Korban
Kecelakaan terjadi pada Senin malam ketika KRL Commuter Line bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek. Benturan keras menyebabkan sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka.
Hingga pukul 01.00 WIB:
- 4 orang meninggal dunia (seluruhnya penumpang KRL)
- 71 korban luka menjalani perawatan dan observasi di rumah sakit
- 6–7 penumpang masih terjebak di dalam gerbong
“Untuk posisi korban yang masih terjepit di gerbong KRL sampai malam hari ini sekitar enam, tujuh orang,” ujar Bobby.
Proses Evakuasi Dramatis
Evakuasi korban berlangsung intensif dengan melibatkan metode mekanik karena kondisi korban masih terjepit di dalam rangkaian kereta.
Langkah evakuasi yang dilakukan:
- Pemotongan rangkaian kereta menggunakan alat berat
- Penarikan sebagian gerbong ke arah Bekasi
- Pembukaan akses ke titik korban terjebak
Selain itu, tim penyelamat juga memberikan bantuan darurat kepada korban yang belum berhasil dievakuasi.
Penanganan di lokasi:
- Pemberian oksigen
- Pertolongan medis sementara
- Pemantauan kondisi korban secara berkala
Kondisi Masinis dan Penumpang Lain
Bobby memastikan bahwa masinis dalam kondisi selamat dan telah berhasil keluar dari rangkaian kereta. Namun, sejumlah penumpang dan petugas dari kereta jarak jauh juga dilaporkan mengalami luka akibat benturan.
Dugaan Penyebab Kecelakaan
Terkait penyebab awal, KAI menduga insiden dipicu oleh gangguan operasional yang berawal dari peristiwa di perlintasan sebidang.
Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kami menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada KNKT untuk mendapatkan hasil yang objektif,” kata Bobby.
Komitmen Penanganan Korban
KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal di fasilitas kesehatan.
Langkah yang dilakukan:
- Koordinasi intensif dengan rumah sakit
- Penanganan medis bagi korban luka
- Dukungan penuh bagi proses pemulihan penumpang
Kesimpulan
Kecelakaan antara KRL Commuter Line dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur menjadi salah satu insiden serius dalam transportasi kereta api tahun ini. Proses evakuasi yang masih berlangsung menunjukkan kompleksitas penyelamatan korban di lapangan.
Dengan masih adanya penumpang yang terjebak, upaya evakuasi menjadi prioritas utama, sementara hasil investigasi KNKT diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

.gif)