
SERANG KONTAK BANTEN Penerapan budaya membaca Al-Qur’an di SDN 21 Kota Serang membuahkan hasil positif. Sekolah tersebut berhasil membentuk kebiasaan religius siswa melalui program pembelajaran yang terintegrasi dengan aktivitas harian.
Salah satu tokoh yang terlibat dalam program ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pembelajaran Al-Qur’an menjadi fondasi utama dalam membangun karakter anak sejak usia dini.
“Pendidikan tidak hanya soal kognitif, tetapi juga hati. Dan itu bisa dimulai dari membaca Al-Qur’an,” ujarnya.
Kepala SDN 21 Kota Serang, Raden Yulianti, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian para siswa. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten oleh pihak sekolah bersama tenaga pendamping.
“Awalnya memang ada beberapa siswa yang tertinggal, tapi sekarang Alhamdulillah semuanya sudah lancar mengaji,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap peran Satgas Serang Mengaji yang aktif memberikan pendampingan, khususnya selama bulan Ramadan. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang inovatif seperti penggunaan lagu dalam metode Mahaba mampu meningkatkan minat dan semangat belajar siswa.
“Anak-anak sangat senang, apalagi dengan metode yang interaktif. Mereka jadi lebih semangat,” tambahnya.
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, pihak sekolah menerapkan kegiatan mengaji sebagai rutinitas harian sebelum proses belajar mengajar dimulai. Setiap siswa diwajibkan membawa Juz Amma dan mengikuti kegiatan membaca serta menghafal Al-Qur’an.
“Ini sudah menjadi budaya di sekolah kami. Mengaji bukan lagi kegiatan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan,” tutupnya.
.gif)