LEBAK KONTAK BANTEN Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian terhadap Muhamad Akhmal (5), bocah asal Kampung Pariuk, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, yang dilaporkan hilang diduga terseret arus Sungai Cisimeut. Hingga memasuki hari ketiga operasi pencarian, korban masih belum ditemukan.
Operasi pencarian dipimpin oleh Basarnas Banten dengan melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya BPBD Lebak, relawan, aparat setempat, serta masyarakat sekitar.
Personel Dibagi Dua Tim SRU untuk Maksimalkan Penyisiran
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad menjelaskan, proses pencarian dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) agar penyisiran lebih efektif.
SRU Pertama Fokus Penyisiran Jalur Sungai
Tim SRU pertama melakukan pencarian melalui jalur sungai menggunakan perahu karet milik Basarnas dan BPBD Lebak. Penyisiran dilakukan menyusuri aliran Sungai Cisimeut sejauh kurang lebih lima kilometer dari titik lokasi korban diduga hilang.
Menurut Al Amrad, metode penyisiran di jalur air dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus sungai yang cukup deras.
SRU Kedua Lakukan Pemantauan Darat dan Visual
Sementara itu, SRU kedua diterjunkan untuk melakukan pemantauan visual dan penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai hingga radius sekitar dua kilometer.
“Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke beberapa titik agar proses penyisiran lebih maksimal,” ujar Al Amrad, Minggu (10/5).
Basarnas Tambah Personel dan Gunakan Drone Thermal
Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas Banten juga menambah kekuatan personel rescue beserta sejumlah perlengkapan pendukung operasi.
Tim tambahan dilengkapi rescue car, alat pertolongan di air, serta drone thermal yang digunakan untuk pemantauan udara. Penggunaan drone thermal dinilai membantu memperluas area pencarian, terutama di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat.
Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mendeteksi pergerakan maupun objek tertentu dari udara sehingga proses pencarian dapat berlangsung lebih efektif.
Cuaca Mendukung, Namun Korban Belum Ditemukan
Meski kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah berawan dan cukup mendukung jalannya operasi SAR, hasil pencarian hingga sore hari masih nihil.
Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.
“Hasil pencarian masih nihil dan operasi SAR akan kembali dilanjutkan besok,” kata Al Amrad.
Warga Ikut Lakukan Pencarian Mandiri
Selain tim SAR gabungan, warga sekitar juga turut melakukan pencarian secara mandiri. Sejumlah warga menyusuri bantaran sungai hingga masuk ke area hutan dengan peralatan seadanya.
Salah seorang warga setempat, Salman mengatakan masyarakat terus berupaya membantu pencarian sejak korban dinyatakan hilang.
“Kami ikut menyisir bantaran sungai dan masuk ke area hutan, tapi sampai sekarang belum ditemukan,” ujarnya.
Poin-Poin Penting Pencarian Muhamad Akhmal
- Korban bernama Muhamad Akhmal (5) dilaporkan hilang diduga terseret arus Sungai Cisimeut.
- Lokasi kejadian berada di Kampung Pariuk, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Lebak.
- Operasi pencarian telah memasuki hari ketiga.
- Tim SAR gabungan membagi pencarian ke dalam dua SRU.
- Penyisiran sungai dilakukan sejauh sekitar lima kilometer menggunakan perahu karet.
- Penyisiran darat dilakukan hingga radius dua kilometer dari lokasi kejadian.
- Basarnas menambah personel rescue dan menggunakan drone thermal.
- Cuaca pencarian terpantau cerah berawan dan cukup mendukung.
- Hingga pencarian dihentikan sementara, korban masih belum ditemukan.
- Warga sekitar turut membantu pencarian secara mandiri.

.gif)